pencarian berita:
Jurnal Nasional - Senin, 02 Januari 2012 halaman 14
 
Alamat
Pilih halaman:
Date:
Cls
Mendulang Rezeki dari Pembibitan Sayuran
Magelang | Senin, 02 Januari 2012
Luther Kembaren

Selain tanaman padi, aneka jenis sayuran jadi tumpuan rezeki bagi petani. Setidaknya itulah yang ditekuni oleh sebagian petani di daerah Kecamatan Dukun, Magelang. Kawasan ini menjadi pemasok aneka jenis bibit seperti cabai, terong, tomat, dan jenis bibit sayuran lainnya.  

Memanfaatkan area lahan yang disewa, Sujiyati, warga Gowok Ringin, Kecamatan Dukun, misalnya, yang memilih lokasi tak jauh dari Jembatan Tlatar setia merawat bibit aneka sayuran. "Hasilnya lumayan, daerah kami memang banyak pembibit tanaman sayur. Orang-orang luar daerah biasanya memborong bibit yang kami semai," kata Sujiyati kepada Jurnal Nasional.

Modal kontrak area lahan Rp6,5 juta per tahun serta modal usaha total senilai Rp20 juta, perempuan yang memiliki satu anak ini optimistis bisa mendapatkan keuntungan lewat penjualan bibit sayuran.  

Diakui, saat musim hujan seperti sekarang ini, mendapatkan Rp400 ribu-Rp500 ribu per minggu untuk penjualan bibit sudah cukup bagus. Harga bibit bervariasi mulai Rp100 per bibit bisa dengan polybag atau tidak semua tergantung pesanan pembeli. "Memang sekarang agak sepi, kalau pas musim tanam sayur bisa sampai Rp2 jutaan. Setidaknya tiap 10 hari kami bisa siapkan aneka bibit yang diminati pembeli, lombok, sawi, terong dan lain-lain," katanya.

Kini ia berharap, penyelesaian Jembatan Tlatar yang putus akibat lahar dingin pasca-erupsi Merapi segera bisa diselesaikan. Jika akses jalan tersebut bisa dilewati, jelas bisa memudahkan pembeli dari luar daerah untuk mengangkut bibit yang telah disemai. "Semoga saja Jembatan Tlatar cepat selesai, biar rezeki datang, banyak yang beli bibit lagi ke sini," kata Sujiyati.

Soal modal usaha, Sujiyati mengandalkan uang pribadi dan belum mengambil kredit dari perbankan. Hanya saja, dari keuntungan yang diperoleh, dirinya menyisihkan ke tabungan di Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Artha Mandiri di Kecamatan Dukun. "Tidak enak pinjam uang di bank, lebih baik menyimpan saja, kalau butuh kami bisa pakai," katanya.  

Wiji Subur, pembibit sayur yang lain menuturkan pola pembibitan aneka jenis sayuran menjadi tambahan penghasilan petani setempat di luar menanam padi. Biasanya satu bibit siap tanam seperti cabai Rp100 per bibit, terong Rp75 per bibit, bibit tomat Rp110 per bibit.

Pembibit biasanya menerima order untuk memenuhi pasar lokal dan sering kali hanya dititipi bibit saja untuk kemudian disemai hingga siap tanam. "Biasanya pembeli dari Kota Magelang datang ke sini mengambil sekitar 100 ribu bibit seminggu sekali, itu siap tanam di lahan," kata Wiji.

Ada sekitar delapan pekerja harian yang turut menyemai benih, memilih, dan merawat tiap hari. Memasuki puncak musim hujan, di luar tanaman padi, keuntungan penjualan bibit aneka sayuran diakui bisa beri rezeki tambahan. "Saya sendiri sewa Rp3 juta per tahun untuk beberapa petak area pembibitan. Biasanya lima bulan ke depan atau mulai Januari banyak pesanan bibit," katanya.

Prof Dr Ir Susamto Somowiyarjo, Guru Besar Fakultas Pertanian UGM menyatakan di luar tanaman padi, memang petani bisa memilih jenis sayuran yang sebenarnya cukup menguntungkan. Hanya saja, untuk penanaman sayuran, seperti lombok, tomat, kol dan lain-lain butuh keterampilan tersendiri untuk perawatan tanaman.   Selain modal yang cukup, karena risiko kegagalan tanam akibat aneka jenis hama penyakit tanaman, pengetahuan soal iklim, petani butuh pengetahuan manajemen produksi sayur apa saja yang tepat untuk ditanam.

"Jika perlakuan tanaman tepat dan petani punya pengetahuan yang cukup soal kiat bertanam sayur, hasilnya lumayan. Sayang tak banyak yang memilih bertanam sayur, tapi lebih suka padi karena mudah perawatan," katanya. n Much Fatchurochman  

close
copyright © 2011 PT. Media Nusa Pradana