pencarian berita:
Jurnal Nasional - Selasa, 18 Oktober 2011 halaman 14
 
Alamat
Pilih halaman:
Date:
Cls
Program 1.000 Kapal Tak Mulus
Jakarta | Selasa, 18 Oktober 2011
Rihad Wiranto

 

PENGAMAT perikanan dari Koalisi Rakyat untuk Keadilan Perikanan (KIARA) Riza Damanik menilai, program bantua 1.000 unit kapal nelayan tak berjalan mulus.

 

"Setidaknya terhambat tiga persoalan yakni, masalah administrasi, teknis, dan pengawasan," katanya kepada Jurnal Nasional, Senin (17/10).


Hambatan administrasi yang dimaksud ialah tak adanya perincian syarat administratif. "Syarat administratif itu sebagai acuan untuk spesifikasi kapal alokasi penempatan kappa dan syarat penerima kapal," ucap Riza.


Sedangkan masalah tekni berkisar tak tersedianya kajian-kajian mendalam terkait lokasi-lokasi sasaran penempatan kapal. "Dan juga tidak ada penelitian tentang alat tangkap yang tersedia di kapal sehingga alat tangkap yang ada tak sesuai (karakter) lokasi nelayan melaut," tuturnya.


Riza melanjutkan, terjadi pula hambatan di bidang pengawasan yang menyebabkan penyimpangan implementasi program di lapangan tak pernah dievaluasi. "Seharusnya per Desember 2010 dilakukan monitoring dan evaluasi guna meminimalisir terjadinya penyimpangan," ujar dia.


Pengawasan dan evaluasi pelaksanaan program penting guna mencegah praktik korupsi. "Praktik koruptif terjadi di berbagai tahapan mulai dari pengadaan hingga pendistribusian kapal," kata Riza.


Sementara Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) sebagai regulator melakukan evaluasi, program tersebut dihentikan dulu pada tahun ini dan seterusnya. Pengadaan 1000 kapal ikan berukuran lebih dari 30 GT ini dicanangkan dengan tujuan memodernisasikan kapal ikan nasional. Program ini dicanangkan sejak 2010 hingga 2014 dan menghabiskan sekitar Rp1,5 triliun.

Dini H

close
copyright © 2011 PT. Media Nusa Pradana