pencarian berita:
Jurnal Nasional - Senin, 14 Mei 2012 halaman 13
 
Alamat
Pilih halaman:
Date:
Cls
SUPM Negeri Pontianak Budidayakan Arwana Super Red
Pontianak  | Senin, 14 Mei 2012
Rusdy Setiawan Putra

Ikan arwana adalah ikan asli Indonesia. Ada juga yang berasal dari negara Brasil super red dan golden hanya ada di Indonesia. Kualitas terbaik ikan arwana sumbernya berasal dari Kalimantan Barat tepatnya di Putussibau. Dari daerah inilah hasil penangkaran yang terbaik dan sudah terkenal di Asia hingga mancanegara. Awalnya ikan arwana ajaib ini adalah hasil dari penangkaran Putussibau.

Ada beberapa jenis ikan arwana yang pada umumnya dibedakan berdasarkan warna ikan yang kemudian diurutkan mulai kelas terendah seperti arwana putih dan arwana hijau. Sedangkan arwana golden dan arwana super red adalah kelas tertinggi dengan harga yang mahal dan berkualitas tinggi dan terbaik.

Karena itulah Sekolah Usaha Perikanan Menengah Negeri (SUPM) Pontianak, Kalimantan Barat menjalin kerjasama dengan PT Dian Ardika ‘“ sebuah perusahaan swasta yang bergerak dibidang budidaya ikan arwana. Lokasi penangkaran ikan arwana ini tepatnya berada di Sungai Ambawang, Pontianak. Untuk kerjasama ini SUPM Pontianak mengirimkan peserta didiknya untuk melakukan Praktik Kerja Lapangan (PKL).

Kepala Badan Pengembangan Sumberdaya Manusia Kelautan dan Perikanan (BP SDM KP), Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Sjarief Widjaja mengatakan bahwa kerjasama antara SUPM Negeri Pontianak dengan PT Dian Ardika sudah berlangsung selama dua tahun terakhir. "Awalnya dilakukan dirinstis untuk membangun unit penangkaran ikan arwana di SUPM Negeri Pontianak pada tahun 2012 sekaligus untuk kegiatan praktik siswa dengan dana berasal dari Sisa Anggaran Lebih tahun 2012," kata Sjarief kepada Jurnal Nasional dalam kunjungan kerjanya di Pontianak, Jumat (11/5).

Menurut Sjarief SUPM Negeri Pontianak bertindak sebagai penyedia induk arwana dan PT Dian Ardika sebagai penyedia pakan dan tempat. Induk tersebut berjenis super red sebanyak 20 ekor dengan panjang 50 centimeter ‘“ 60 centimeter. Selain itu SUPM Negeri Pontianak juga menyediakan 8 ekor calon induk berjenis super red dengan panjang 20 centimeter dan 15 centimeter dan 15 ekor jenis golden red dengan panjang 15 centimeter.

Sjarief mengatakan dari kerjasama ini manfaat dan tujuan yang ingin dipetik dan ingin dicapai adalah: 1). Tenaga pendidik dan kependidikan SUPM Negeri Pontianak dapat melakukan magang. 2). Tempat tersebut menjadi tempat uji widya bagi para peserta didik. 3). Siswa dapat melakukan Praktik Kerja Lapangan di tempat penangkaran tersebut. 4). Ke depannya diharapkan para siswa SUPM Negeri Pontianak dapat mempraktikan teori dan mempraktikan kerja lapangan sesungguhnya sekaligus belajar berwirausaha. "Keuntungan dari kerjasama ini dilakukan sistem bagi hasil berupa anakan atau calon induk dari hasil pemijahan," kata Sjarief.

Ke depannya, Sjarief mengharapkan agar ikan arwana sebagai ikan hias asli Indonesia dapat menjadi salah satu ekspor andalan ikan hias Indonesia ke berbagai mancanegara. "Para lulusan SUPM Negeri Pontianak pun diharapka kelak menjadi pelaku-pelaku utama bisnis pembudidayaan ikan arwana ini. Apalagi ke depannya harga ikan arwana jenis super red dan golden red semakin mahal dan tentu saja dapat diandalkan untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri maupun untuk di ekspor ke negara-negara lainnya," kata Sjarief.

Pada tahun pertama dilakukan pemijahan ikan arwana sebanyak 12 ekor (SUPM Negeri Pontianak mendapat 6 ekor. Dan, pada tahun kedua dilakukan pemijahan sebanyak 13 ekor (SUPM Negeri Pontianak mendapat 7 ekor. Sementara itu menurut Kusnadi, salah seorang staf pengajar SUPM Negeri Pontianak mengatakan kerjasama dengan PT Dian Ardika berjalan dengan baik. Para siswa di jurusan budidaya perikanan bisa berpraktik dan mendalami cara-cara yang baik untuk melakukan pembudidayaan dan penangkaran ikan arwana jenis super red dan goden red.

"Dalam praktiknya para siswa telah berhasil melakukan pembudidayaan ikan arwana jenis super red dan golden red tempat yang disediakan PT Dian Ardika. Diharapkan ilmu yang didapat dari tempat praktik di Sungai Ambawang, Pontianak ini menjadi bekal bagi para siswa ketika mereka lulus dan dapat mengembangkannya sendiri dan menjadi wirausahawan pembudidaya ikan arwana. Apalagi, harga ikan arwana jenis super red dan golden red sangat bersaing dan diminati tidak hanya di dalam negeri tapi di mancanegara," kata Kusnadi.

Ikan hias arwana yang berasal dari Pontianak, Kalimantan Barat, memang seharusnya dibudidayakan secara komprehensif dan mendapat perhatian dari pemerintah khususnya Kementerian Kelautan dan Perikanan. Karena itu, upaya kerjasama dengan tempat-tempat pembudidaya dan penangkaran ikan arwana jenis super red dan golden red harus pula mendapat perhatian khusus. Apa yang didorong oleh BP SDM KP Kementerian Kelautan dan Perikanan sudah tepat. Dan, bukan tidak mungkin SUPM Negeri Pontianak ke depannya memiliki lahan sendiri untuk mengembangkan program pembudidayaan dan penangkaran ikan hias arwana yang sangat diminati masyarakat baik di dalam negeri dan di negara-negara lainnya.

close
copyright © 2011 PT. Media Nusa Pradana