pencarian berita:
Jurnal Nasional - Rabu, 06 Maret 2013 halaman 12
 
Alamat
Pilih halaman:
Date:
Cls
Adu Mewah Angkot Gaul
 | Rabu, 06 Maret 2013
Timur Arif Riyadi

Franky Tangkudung (ftangkudung@jurnas.com)

SEKELOMPOK remaja terlihat baru pulang sekolah. Sambil menunggu angkutan kota (angkot) mereka duduk-duduk di trotoar. Tak lupa, mata mereka tajam melihat ke arah jalanan. Mereka merinci beberapa angkot yang lalu lalang.

Tak sembarang angkot yang mau mereka tumpangi. Lihat saja, beberapa angkot tak berpenumpang yang lewat justru diabaikan. Tak berapa lama muncul Angkot dengan lagu salah satu boyband Tanah Air disetel dengan suara menggema. Mereka pun langsung menyetop dan naik ke dalam angkot tersebut.

Pemandangan seperti ini setiap hari tersaji di Kota Manado. sekelompok anak muda menunggu Angkot yang dianggap gaul. Maksudnya, angkot yang full music lengkap dengan audio sytem, layar LCD, lampu kelap-kelip, pokoknya nyaman versi anak muda.

Ya, angkot di Manado memang tergolong unik dan menyita perhatian sejumlah pengunjung dari luar daerah. Mereka umumnya kaget dengan hasil modifikasi yang dilakukan. Hasilnya, angkot tersebut bahkan lebih mewah dari mobil pribadi.

"Kaget juga dengan modifikasi angkot di Manado. Keren deh pokoknya," kata Riana Yumiko, artis pendatang baru yang berlibur ke Manado kepada Jurnal Nasional ditemui tempo hari.

Ongky Astan, pemilik angkot modifikasi bertutur, selain hobi, modifikasi mobil angkot yang dia lakukan memang tujuannya untuk menarik penumpang.

"Dua buah LCD Navix dengan ukuran 7 inci di pasang di bagian depan kiri dan kanan. Untuk LCD AVA yang berukuran 12 inci dipasang tepat di tengah, di bagian kaca depan. Sedangkan untuk LCD AVA yang berukuran 19 inci dipasang di bagian tengah-belakang sopir. Kemudian pada bagian belakang kursi penumpang yang paling belakang, dipasangnya LCD Navix berukuran 1 inci lainnya mengarah ke bagian belakang-luar mobil," ujarnya.

Untuk memperindah suara dentuman musik, dia menggunakan head unit DVD Player AVA. Pada bagian interior atap dipasang speaker tweeter sebanyak 26 unit sedangkan di panel dinding speaker tweeter sebanyak 12 unit.

Tak tanggung-tanggung. Ongky mengaku ia kudu merogoh koceknya sangat dalam agar angkot gaulnya bisa bersaing di jalanan. "Biaya modifikasi di kisaran 40 jutaan," katanya.

Seperti tak mau kalah, pemilik angkot lainnya, Lyly Hansin, justru mengaku menghabiskan dana tak kurang dari Rp85 juta rupiah untuk memodifikasi mobil angkotnya.

Dia mengaku sudah mengganti dashboard bawaan pabrik dengan dashboard custom. Sehingga membuat ruang gerak di bagian depan menjadi lebih luas. Tidak hanya itu saja, dia pun memasang 3 buah LCD di bagian dashboard mobilnya ini.

Namun LCD yang dipasang tidak hanya berfungsi seperti LCD pada kendaraan pada umumnya yaitu, sebagai sarana pelengkap entertainment dari audio system. "Ini juga berfungsi sebagai tampilan dari cctv yang dipasang di samping kiri dan kanan di mikronya ini. Tidak perlu lagi melihat di kaca spion, karena ini lebih jelas dan besar," katanya.

Hal positif bisa dipetik. Bagi konsumen pemilik angkot memang sudah seharusnya memanjakan penumpang bak raja dan mesti mendapat pelayanan terbaik. Karena penumpang bebas memilih angkot yang akan dinaiki. Dalam angkot penumpang wajib merasakan kebersihan, kenyamanan, dan tentunya keamanan.

Jika semua pemilik angkot di semua daerah juga menerapkan hal yang sama maka pelecehan, pemerkosaan dan tindakan kriminal di angkot pasti tidak akan terjadi lagi. Bila diterapkan di kota-kota berpenduduk dan berlalu lintas padat tentu orang-orang berdasi akan mempertimbangkan naik angkot gaul ini. Ujung-ujungnya, tingkat kemacetan parah bisa ditekan. Hmm.. Kapan kira-kira Jakarta menirunya ya?

(Franky Tangkudung)

close

Biaya modifikasi hingga puluhan juta rupiah.

copyright © 2011 PT. Media Nusa Pradana