pencarian berita:
Jurnal Nasional - Selasa, 27 November 2012 halaman 12
 
Alamat
Pilih halaman:
Date:
Cls
Kota 1001 Gua Menuju Geopark Dunia
 | Selasa, 27 November 2012
Timur Arif Riyadi
SEPINTAS tak ada yang menonjol dari kawasan itu. Tanah gersang, sedikit tandus, dan berbukit-bukit berupa pegunungan kapur. Tanaman padi dan sawah sulit tumbuh. Hanya singkong dan palawija yang menjadi andalan hasil buminya. Demikian sebagian besar kondisi bentang alam Kabupaten Pacitan.

Namun ternyata di balik kondisi tersebut tersimpan keindahan dan kekhasan bentang alam bumi yang tiada duanya. Pegunungan kapur ini menciptakan banyak gua indah seperti Gua Gong, Gua Tabuhan, Gua Kalak, Gua Luweng Jaran, dan banyak gua-gua lainnya. Gua yang disebut terakhir yakni Luweng Jaran, disinyalir merupakan gua terpanjang di dunia dengan kedalaman mencapai kurang lebih 25 km. Hal ini pula yang menjadikan area ini diduga merupakan kompleks gua terluas di Asia Tenggara.

Di wilayah ini juga banyak ditemukan fosil-fosil purba. Selain itu Pacitan juga memiliki pantai-pantai yang indah, seperti Pantai Teleng Ria, Pantai Klayar, Pantai Srau, Pantai Pasir Putih, dan pantai-pantai lain yang belum banyak dikenal.

Karena ini pulalah, kawasan alam sejenis yang membentang di bagian selatan dari Provinsi Yogyakarta, Jawa Tengah hingga Jawa Timur ini sangat cocok menjadi kawasan taman bumi yang mendunia. Pantas juga UNESCO melirik kawasan ini sebagai warisan budi bidang geologi.

Permasalahannya hal ini harus tertunda. Setelah sebelumnya pada 2011 usaha ini gagal terwujud. Kabupaten Pacitan tak patah arang. Tahun 2013 pemerintah setempat berencana kembali memasukkan kawasan Pegunungan Sewu menjadi salah satu rangkaian Global Geopark Network (GGN) UNESCO (United Nation Educational Scientific and Cultural Organization).

"Beberapa bulan lalu sebenarnya sudah ada penilaian. Tapi masih ada yang kurang," kata Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) setempat Eny Setyowati, Senin (26/11).

Pada penilaian paling akhir ternyata UNESCO melihat cakupan luas wilayahnya masih kurang. Wilayah karst yang ada ternyata membentang dari wilayah Gunung Kidul (Yogyakarta), Kabupaten Wonogiri (Jawa Tengah) bahkan hingga Tulungagung. Sebab, Pegunungan Sewu merupakan satu rangkaian bentang alam yang melalui keempat wilayah itu. Hal ini ditunjang dengan kondisi batuan yang juga hampir sama, yakni batu kapur.

Eny mengungkapkan, sesuai saran UNESCO, melihat seragamnya jenis batuan tersebut maka usulan wilayah harus diperluas. Karena itu Pemkab Pacitan kini tengah berupaya meningkatkan kordinasi. Tak hanya diinternal jajarannya tetapi juga dengan daerah lain serta masyarakat disekitarnya. "Saran UNESCO kami perlu memperluas wilayah lokasi yang akan diusulkan," ujarnya.

Menurutnya, upaya kordinasi lebih intensif dengan daerah-daerah tetangga bertujuan untuk melengkapi kekurangan-kekurangan yang telah disampaikan UNESCO. Terlebih di antara ketiga daerah di pesisir selatan Jawa itu telah mengikat kerja sama dalam berbagai bidang dalam wadah Pawonsari (Pacitan, Wonogiri, Wonosari).

Kekurangan tersebut di antaranya perlunya peningkatan pemahaman warga tentang geopark (taman bumi), manfaatnya, dan upaya perlindungan yang harus dilakukan. "Penilaian dari UNESCO tidak hanya masalah keindahan alamnya saja. Namun juga faktor lain disekitarnya. Seperti kondisi sosial masyarakat dan lain sebagainya," ujar Eny.

Untuk mendukung upaya pengajuan kembali, Pemkab Pacitan melalui Dinas Disbuparpora membangun etalase geopark di kawasan pantai Pancer Door. Sarana dibangun menggunakan anggaran dari APBN senilai Rp2 miliar. Hal ini ditujukan untuk lebih mengenalkan taman bumi pada khalayak umum.

Tentu tak hanya untuk wilayah Kabupaten Pacitan saja. Potensi batuan di Kabupaten Wonogiri maupun Gunung Kidul juga akan dipajang. Dengan demikian masyarakat yang datang dapat mengetahui potensi-potensi yang ada di perut bumi ketiga kabupaten tersebut.

Sebelumnya, Kepala Disbudparpora yang lama M Fathoni pada Februari silam menyatakan ada 20 titik di Kota 1001 Gua ini yang diusulkan sebagai taman bumi tahun 2013. Antara lain Pantai Pancer Door, Pantai Tamperan, dan Klayar. Sedangkan dari gua terdiri dari Gua Tabuhan, Gong, dan Song Terus. Dan terakhir dari unsur arkelologi meliputi situs Kali Bak Soka dan Kapak Genggam. n David Eka Kuncara

close
Jakarta

Aja kakehan sanggup, durung weruh tuture agupruk, tutur nempil panganggepe wruh pribadi, pangrasane keh kang nggunggung, kang wis weruh amalengos.

UNESCO mensyaratkan status taman bumi tidak hanya pada keindahan alamnya saja.

Bandung

DPRD memiliki kewenangan penuh mengawasi kinerja PNS.

copyright © 2011 PT. Media Nusa Pradana