pencarian berita:
Jurnal Nasional - Kamis, 16 Mei 2013 halaman 11
 
Alamat
Pilih halaman:
Date:
Cls
Peserta Pelatihan Kurikulum 2013 Berkurang
Yogyakarta | Kamis, 16 Mei 2013

PESERTA guru inti yang mengikuti pelatihan untuk penerapan Kurikulum 2013 jumlahnya berkurang. Kebijakan tersebut dijalankan sebagai konsekuensi pengurangan jumlah sekolah di semua tingkatan, karena pelaksanaan Kurikulum 2013 dilakukan secara bertahap.


"Pelatihan tidak untuk semua jenjang dan guru kelas, tidak semua sekolah, karena masih bertahap. Jumlah guru yang ikut pelatihan pun disesuaikan, " kata Muhammad Nuh, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan di sela dialog pendidikan bersama Lembaga Pendidikan Maarif Nahdlatul Ulama, di Yogyakarta, Rabu (15/5).


Berdasarkan data, target awal pelatihan diperuntukkan bagi 46.213 guru inti yang akan melatih sebanyak 712.947 guru kelas dan mata pelajaran. Seiring berkurangnya jumlah sekolah yang melaksanakan kurikulum baru, maka jumlah guru yang mengikuti pelatihan berkurang menjadi 56.113 guru kelas dan mata pelajaran.
Total jumlah sekolah yang melaksanakan kurikulum sebanyak 6.410 sekolah. Ada 1.535.065 siswa di semua jenjang pendidikan, jumlah tersebut berkurang dari target sebelumnya sebanyak 32.295 sekolah.


Dia menjelaskan proses pelatihan dilakukan dalam tiga jenjang persiapan guru, sejak pelatihan instruktur nasional, guru inti sampai ke tingkat guru nasional.
Proses pelatihan guru inti berlangsung selama 52 jam pertemuan atau sekitar lima hari. Pelatihan dilaksanakan dengan metode diskusi interaktif dan pendampingan. Di tingkat SD, pelatihan hanya diikuti guru kelas I dan IV," kata Nuh.


Harmanto, Kepala Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) DI Yogyakarta menjelaskan untuk Yogyakarta, pelatihan guru dilaksanakan pada Juni 2013. Pilihan pada bulan tersebut diambil agar ketika tahun ajaran baru nanti mereka sudah siap menerapkan kurikulum tersebut di tingkat sekolah.
"Ada pelatihan persiapan bagi guru-guru yang implementasikan kurikulum 2013, ada 839 orang. Selain itu sebanyak 75 kepala sekolah di tingkat SD. Kalau ditanya total jumlah sekolah di DI Yogyakarta yang akan menerapkan kurikulum baru nantinya 146 sekolah.


Secara terpisah, Sutaryo, mantan Ketua Pusat Studi Pancasila UGM menyatakan dalam pendidikan, pemerintah harus bisa memastikan lulusan tak sekadar menjadi kuli dengan intelektual yang dimiliki. Kurikulum 2013, diharapkan benar-benar bisa membawa Indonesia, lahirkan generasi terdidiik, berpihak pada orang-orang kecil. Implementasi kurikulum 2013, perlu terus mendapatkan pengawalan bersama. Tak lagi harus semua terpusat.


"Tak mungkin menolak lagi pelaksanaan kurikulum 2013, tapi ibaratnya baju kita yang ada di daerah sebaiknya mencuci terlebih dahulu serta menelaah arah kurikulum 2013 dengan sikap kritis," katanya. n

close
copyright © 2011 PT. Media Nusa Pradana