pencarian berita:
Jurnal Nasional - Rabu, 26 Desember 2012 halaman 11
 
Alamat
Pilih halaman:
Date:
Cls
Tumbuhkan Tradisi Mendongeng
Jakarta  | Rabu, 26 Desember 2012
Wahyu Utomo

TRADISI mendongeng di Indonesia yang sudah ditinggalkan mengkhawatirkan.
Pasalnya, hanya sedikit orang tua yang membacakan cerita dongeng kepada anak-anaknya. Untuk itu, sebagai upaya melestarikan tradisi mendongeng, para orang tua dianjurkan meluangkan waktu untuk berbagi cerita kepada buah hatinya.

Senior Brand Manager PT Unilever Indonesia, Nuning Wahyuningsing mengatakan tingkat kesibukan orang tua semakin meningkat, dan orang tua cenderung menghabiskan waktunya di luar rumah. Sementara si kecil menghabiskan waktunya bermain tanpa perhatian orang tua. "Tingginya tingkat kesibukan orang tua dapat berakibat buruk pada hubungan ibu dan anak serta menyebabkan berkurangnya momen kebersamaan antara ibu dan anak," kata Nuning di Jakarta akhir pekan.

Maka dari itu, kegiatan mendongeng dinilai mampu meningkatkan kemampuan berbahasa anak, meningkatkan minat baca, serta merangsang imajinasi dan kreativitas. Namun sayangnya, belakangan ini kegiatan mendongeng ditinggalkan orang tua dan anak jarang mendapatkan dongeng dari orang tua.

Padahal, kegiatan mendongeng sangat bagus bagi orang tua. Jangan sampai imajinasi anak masa kini terdikte oleh penampilan visual dan interaksi yang monoton. Dengan orang tua yang mendampingi anak dan mengadaptasi cara dongeng yang seru, dapat mengasah imajinasi anak ke tingkat yang lebih baik dan positif.

Seperti diketahui, tidak hanya di Indonesia, kegiatan mendongeng juga banyak diminati oleh anak-anak di seluruh dunia. Seperti survei yang dilakukan pada 500 anak usia 3-8 tahun di Inggris mengungkapkan hampir 2/3 anak menginginkan orang tuanya meluangkan waktu membacakan cerita untuk mereka sebelum tidur, terutama cerita yang diceritakan oleh ibunya ketimbang oleh ayahnya.

Melalui Walls Dreamy Creamy, Nuning mengatakan mencoba menumbuhkan kembali tradisi mendongeng dengan cara berkampanye. Walls Dreamy Creamy menurut dia, menghadirkan dunia Creamy untuk ibu dan anak, yaitu sebuah dunia yang mengajak ibu dan anak berpetualang dalam dunia imajinasi dalam bahasa kasih sayang.

"Sepanjang 2012, kami melakukan serangkaian kampanye mendongeng melalui media workshop, roadshow to school. Dari kampanye yang sudah dilakukan, banyak respons positif dari para orang tua untuk melakukan dongeng," katanya.

Maka itu, pada 2013, kampanye mendongeng akan terus dilanjutkan dan dengan inovasi-inovasi terbaru. Salah satunya kampanye melalui jejaring sosial. "Program dongeng akan dilanjutkan tahun depan. Salah satu kampanyenya melalui youtube dan jejaring sosial lainnya. Karena tahun depan kami hanya lebih pada edukasi mengenai tips dongeng," katanya.

Vien Dimyati

close
copyright © 2011 PT. Media Nusa Pradana