pencarian berita:
Jurnal Nasional - Selasa, 13 November 2012 halaman 11
 
Alamat
Pilih halaman:
Date:
Cls
Anak Indonesia Dominasi Olympiade Sains dan Matematika
Jakarta  | Selasa, 13 November 2012
Vien Dimyati

SEBANYAK 28 siswa Sekolah Dasar (SD) terbaik Indonesia mendominasi kompetisi persahabatan Asians Science and Mathematics Olympiad for Promary School (ASMOPS). Kompetisi tingkat ASEAN ini diikuti oleh Malaysia, Filipina, Taiwan, Indonesia.

Direktur Eksekutif Surya Institute, Srisetiowati Seiful mengatakan dari empat negara yang ikut bertanding peserta terbanyak yang dikirim oleh perwakilan tiap negara adalah Indonesia. Bahkan, peserta dari Indonesia mendominasi kemenangan olimpiade sains dan matematika tersebut.

"Dua siswa sains dan dua siswa matematika berhasil mendapatkan predikat tim terbaik karena memiliki akumulasi nilai tertinggi di kompetisi eksplorasi," kata Srisetiowati di Jakarta, (12/11).

Untuk kategori sains Fadhila Ramadiastri siswi kelas 6 SDI Al-Azhar 6, Jaka Permai, Jakarta berhasil mendapat medali emas. Kategori Matematika diraih oleh Grace Kurniawan, siswi kelas 6 SD, Pluit, Jakarta dan Benedictus Visto, siswa kelas 6 SD PL Bernardus 03, Jakarta. ASMOPS merupakan kompetisi persahabatan, suatu perlombaan pendidikan bidang Matematika dan Sains tingkat SD yang terbentuk atas inisiatif Prof. Yohanes Surya.

Menurut Sri kompetisi ini merupakan salah satu cara untuk mengubah citra siswa agar tidak takut dengan pelajaran Sains dan Matematika. Selain itu, juga menjadi salah satu ajang untuk meningkatkan hubungan baik antar negara-negara di Asia.

"Kami ingin siswa menganggap pelajaran Matematika dan Sains adalah tantangan dan menyenangkan. Maka itu, untuk mengubah stigma menakutkan dan membosankan terhadap kedua mata pelajaran eksak ini, Surya Institute membuat The 2nd ASMOPS digelar pada tahun ini dan juga telah sukses pada tahun sebelumnya," katanya.

Melalui kompetisi ini, dia berharap akan muncul ilmuwan-ilmuwan baru. Salah satu Juri ASMOPS, Yalun Arifin (STKIP Surya), mengatakan jika melihat bakat siswa-siswa yang mengikuti kompetisi ini sangat berbakat. Mulai dari bereksperimen, hingga memainkan logika, para siswa ini mampu bersaing dengan siswa-siswa dari negara lainnya.

"Dari beberapa mereka sangat bagus. Kami memberikan soal-soal sains dan Matematika mereka mampu mengerjakannya. Bahkan, untuk isu terkini, misalnya, soal mengenai perubahan iklim, mereka lolos dari tes kami," katanya.

Menurutnya anak Indonesia dalam hal sains dan Matematika punya keunggulan. Ke depannya mereka bisa menjadi calon ilmuwan. Bahkan, dia meyakini bahwa, beberapa anak potensial bisa jadi penemu. Sejak dini, anak penting untuk dikenalkan pelajaran Sains dan Matematika. Pengenalan yang dimaksud adalah pengenalan yang fun dan tidak membebankan dengan tugas-tugas berat.

Dalam 2nd ASMOPS, siswa-siswa SD yang ikut tidak selalu mengerjakan soal Matematika atau Sains saja. Kepekaan serta kemampuan peserta juga dituntut untuk dapat memecahkan soal kombinasi Matematika dan Sains sehingga semakin ketat mengadu kecerdasan siswa dengan cara yang menyenangkan.

Lomba ini terbagi menjadi dua, yaitu teori dan praktik. Pada soal teori, ada terdiri dari 20 soal pilihan ganda atau jawaban singkat ditambah dengan 10 esai. Sedangkan untuk tahap eksplorasi terdiri dari 2 soal matematika, 2 soal sains, dan 1 soal gabungan matematika dan sains. Soal kompetisi ASMOPS tersedia dalam 2 bahasa, yaitu bahasa Indonesia dan bahasa Inggris.

close
copyright © 2011 PT. Media Nusa Pradana