pencarian berita:
Jurnal Nasional - Kamis, 11 Oktober 2012 halaman 11
 
Alamat
Pilih halaman:
Date:
Cls
Satu Juta Orang Alami Gangguan Jiwa Berat
Jakarta  | Kamis, 11 Oktober 2012
Vien Dimyati

BERDASARKAN data Kementerian Kesehatan (Kemenkes) jumlah penderita gangguan jiwa berat di Indonesia diperkirakan mencapai sekitar satu juta jiwa lebih (0,46 persen). Selain itu, diperkirakan sebanyak 19 juta jiwa (atau sekitar 11,6 persen dari total penduduk Indonesia) mengalami gangguan mental emosional, termasuk depresi.

"Bahkan saat ini pemasungan di Indonesia bisa dikatakan masih tinggi. Diperkirakan angkanya sekitar 18 ribu-20 ribu," kata Direktur Bina Kesehatan Jiwa Kemenkes, Diah Setia Utami di Jakarta (10/10).

Bahkan, berdasarkan laporan dari pemerintah daerah (pemda), tercatat terdapat 2.800 orang yang dipasung. Data tersebut berdasarkan laporan dari 17 provinsi. Pemasungan banyak terjadi di daerah Jawa Tengah (Jateng) yang mencapai 968 orang.

"Beranjak dari fakta itulah, kami menilai program Indonesia Bebas Pasung yang seharusnya dicapai pada 2014 ternyata harus mundur, karena kesulitan menemukan mereka yang dipasung," katanya.

Namun, Diah terus melakukan evaluasi di seluruh provinsi di Indonesia. Menurutnya mungkin 2019-2020 Indonesia baru akan bebas dari pemasungan. Diah menjelaskan kurangnya pengetahuan masyarakat tentang penyakit gangguan jiwa dan masih kuatnya stigma gangguan jiwa yang dinilai memalukan, hanya membuat kondisi penderita semakin parah.

"Padahal penyakit tersebut bisa diobati dan pulih," katanya.

Karena itu tema Hari Kesehatan Jiwa Sedunia tahun ini adalah Depresi: Sebuah Krisis Global dengan subtema Depresi Terselubung dan Penyakit Penyertanya. Peringatan hari Kesehatan Jiwa Sedunia yang diperingati 10 Oktober 2012. Psikiater dari RS Jiwa, Soeharto Heerdjan (RSJ Grogol), Prianto Djatmiko mengatakan depresi merupakan jenis penyakit yang saat ini banyak dialami masyarakat di perkotaan. Bisa karena adanya tekanan, stres dan problematika kehidupan yang tak tertahankan membuat orang menjadi depresi.

"Bahkan parahnya depresi bisa membuat seseorang mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri," kata Prianto.

Berdasarkan data pada 2002, sedikitnya ada 154 juta orang di seluruh dunia yang mengalami depresi. Di Indonesia sendiri, remaja di bawah usia 15 tahun yang mengalami depresi pada 2007 mencapai 16 persen atau sekitar 19 juta orang.

"Kebanyakan mereka yang bunuh diri karena depresi tinggal di kota metropolis. Kami memiliki konsep urban health central, yaitu memfokuskan permasalahan kesehatan yang terjadi di daerah perkotaan, termasuk stres dan depresi. Kota yang paling tinggi kasus depresinya di Indonesia adalah Jakarta," katanya.

Dia menjelaskan di wilayah Jabodetabek, kasus bunuh diri terbilang tinggi. Sepanjang 2011, tercatat telah terjadi 142 kasus bunuh diri di Jakarta.

"Banyak faktor yang membuat seseorang jadi depresi dan bahkan sampai nekat bunuh diri. Maka itu, untuk menekan angka bunuh diri dan depresi perlu dilakukan oleh berbagai sektor. Perlu peran masyarakat dan keluarga. Karena hanya dengan mengandalkan kampanye kesehatan mental dan pengobatan saja belum dapat mengatasi depresi," katanya.

close
copyright © 2011 PT. Media Nusa Pradana