pencarian berita:
Jurnal Nasional - Senin, 24 September 2012 halaman 11
 
Alamat
Pilih halaman:
Date:
Cls
Petani Perempuan Bisa Jaga Ketahanan Pangan
Jakarta  | Senin, 24 September 2012
Vien Dimyati

PERAN perempuan di sektor pertanian dinilai berperan besar dalam menjaga ketahanan pangan. Hal tersebut dapat dilihat dari jumlah perempuan di sektor pertanian yang hampir mencapai 50 persen.

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Menneg PP&PA) Linda Gumelar memaparkan bahwa dari 23 juta kepala keluarga petani, sebagian besar adalah perempuan, isteri atau ibu rumah tangga.

Jumlah perempuan itu sendiri sebanyak 49,66 persen (118 juta lebih), hampir separuh dari jumlah penduduk nasional 237,6 juta, atau hampir seimbang dengan jumlah penduduk laki-laki 50,34 persen (119 juta lebih). "Maka dari itu sangat penting perempuan ini juga mendapatkan hak yang sama dalam kesetaraan dan Pengarusutamaan Gender (PUG)," katanya di Jakarta, akhir pekan lalu.

Menurut Linda kaum petani memiliki sumber daya besar dan potensial dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.  Perempuan yang bekerja di sektor pertanian, lanjut Linda diharapkan dapat meningkatkan partisipasinya dalam proses pengambilan keputusan, kendali terhadap sumber daya, serta perolehan manfaat dari hasil-hasil pembangunan.

Menteri Pertanian (Mentan) Suswono mengatakan pembangunan pertanian telah dirasakan manfaatnya selama ini. Memang ada beberapa permasalahan yang perlu mendapatkan perhatian seperti isu kekurangberdayaan petani, kemiskinan, ketahanan pangan, pelestarian sumber daya alam, pendidikan, kesehatan dan gizi anak, tenaga kerja, serta permodalan.

"Perempuan dalam pembangunan pertanian dan ketahanan pangan sangat strategis. Mereka terlibat dalam pertanian yang berat seperti mengolah sawah, maupun ringan seperti mengolah pekarangan," katanya.

Maka dari itu, program pembangunan pertanian nasional harus dapat mengadopsi pelaksanaan kesetaraan dan pengarusutamaan gender. Suswono menambahkan bahwa peran Kementerian dalam melakukan PUG dapat terwujud salah satunya dengan kebijakan anggaran Kementerian Pertanian (Kementan) tahun ini yang mencapai Rp433,5 miliar.

Menurutnya, anggaran ini juga dimasukan kedalam sasaran PUG yang mencakup, Sekolah Lapangan-Pengendalian Hama Terpadu (SL-PHT) Tanaman Pangan, Hortukultura, Perkebunan, Sekolah Lapangan-Pengelohan Pemasaran Hasil Pertanian (SL-PPHP), Sarjana Membangun Desa, Pengembangan Irigasi Partisipatif, Pengembangan Desa Mandiri dan Pelatihan Teknis bagi Non Aparatur (pelatihan agribisnis). 

"Pada 2013, kami akan melaksanakan 10 kegiatan responsif gender, dengan pagu indikatif Rp427,9 miliar pada masing-masing eselon I lingkup Kementan," katanya.

close
Jakarta

Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan impor buah-buahan Indonesia mencapai Rp3,7 triliun.

copyright © 2011 PT. Media Nusa Pradana