pencarian berita:
Jurnal Nasional - Kamis, 08 Desember 2011 halaman 11
 
Alamat
Pilih halaman:
Date:
Cls
Sosial Media Berperan dalam Demokrasi
Jakarta | Kamis, 08 Desember 2011
Iman Syukri


BERKEMBANGNYA demokrasi di berbagai negara tidak luput dari peran sosial media yang dinilai cukup besar berkontribusi dalam proses demokrasi. Hal ini terungkap dalam Lokakarya persiapan Bali Democration Forum (BDF) yang diadakan Kemenlu di Bali, Rabu (7/12).

Anggota Dewan Penasihat Institute for Peace and Democracy (IPD), Dewi Fortuna Anwar mengatakan peran sosial media dapat menjadi pelopor sebuah pergerakan demokrasi di suatu negara. "Banyak sosial media saat ini bisa menjadi sarana dalam mengumpulkan masa seperti twitter dan facebook," kata dia.

Ia mengatakan, dalam sosial media tersebut, tidak ada pembatasan dalam bersuara dan berpendapat. Bahkan, kata dia, orang-orang yang sudah ditolak bersuara dan terkenal berimage negatif dan masuk daftar blacklist bisa menggunakan sarana ini untuk mengungkapkan pendapat. "Jika dia ditolak oleh koran atau media manapun, maka tidak ada yang bisa melarang dalam meng-uploading suatu pendapat di twitter atau facebook," kata dia.

Deputi Sekertaris Bidang Politik Kepresidenan ini juga menambahkan kalau orang yang berada di balik media sosial tersebut juga berpengaruh terhadap apa yang ditulisnya. "Tergantung juga siapa orang dibalik sosial media tersebut, ada juga kan yang hanya meng-update tentang dirinya sendiri saja," kata dia.

Dirjen Informasi dan Diplomasi Publik (IDP) AM Fachri mengatakan demokrasi menjadi agenda strategis kawasan, terutama dengan kejadian awal tahun ini di belahan dunia terutama Afrika dan Timur Tengah. "Merekomendasikan tema yang sangat relevan dengan dunia yang lagi menjadi hot isue, meningkatkan peran dan partisipasi demokrasi dengan suara demokrasi," katanya.

Ia mencontohkan banyak kasus "digoreng" sedemikian rupa oleh banyak media menjadi sebuah pergerakan dan berakhir perubahan mendasar di negara tersebut. "Social media dan dunia layar berperan dalam memajukan nilai demokrasi. Memperhatikan suara rakyat, aspirasi dan suara rakyat yang utama," kata dia.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Institute for Peace and Democracy (IPD) I Ketut Putera Irawan mengatakan Indonesia harus bersyukur menjadi bagian dari demokrasi karena bisa turut mengawasi jalannya proses pemerintahan. "Sementara di negara lain banyak media yang belum bisa menjadi pengawas dalam hal pemerintahan di negaranya karena belum berdemokrasi," katanya.

Tria Dianti

close
Nusa Dua

Presiden SBY dan PM Bangladesh Sheikh Hasina menjadi ketua bersama dalam Bali Democracy Forum IV.

copyright © 2011 PT. Media Nusa Pradana