pencarian berita:
Jurnal Nasional - Senin, 08 April 2013 halaman 10
 
Alamat
Pilih halaman:
Date:
Cls
Muatan Kapal Eksplorasi Ditetapkan Bertahap
Jakarta  | Senin, 08 April 2013
Wahyu Utomo

DIREKTUR Lalu Lintas Angkutan Laut Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Adolf R Tambunan, mengatakan penetapan jenis muatan yang diangkut oleh kapal nasional untuk ekspor ke berbagai negara akan dilakukan secara bertahap. "Penetapan jenis muatan yang diangkut kapal nasional keluar negeri dilakukan secara bertahap," kata Adolf Tambunan dalam rilis Pusat Komunikasi Publik Kementerian Perhubungan (Kemenhub) yang diterima di Jakarta, kemarin.

Menurut Adolf adanya prioritas muatan batubara dan minyak sawit mentah (CPO) keluar negeri yang diproyeksikan akan diangkut kapal-kapal nasional adalah karena kedua komoditas tersebut memiliki kuantitas yang paling besar. Dengan demikian, peluang tawar agar muatan tersebut dapat diekspor dengan diangkut kapal berbendera Indonesia sangatlah besar.

Terkait kedua muatan tersebut, ujar dia, skenario yang akan diusulkan kepada Kementerian Perdagangan adalah adanya persentase tertentu agar kedua muatan ekspor itu dapat diangkut dengan menggunakan kapal-kapal nasional. Dia mencontohkan persentase yang diusulkan adalah sekitar 30 persen untuk diangkut kapal-kapal nasional. Ini untuk muatan batubara yang akan diekspor sebesar 500 ton. "Setelah kedua komoditas itu, bisa saja selanjutnya komoditas lainnya," katanya.

Namun, dia mengatakan penetapan komoditas tersebut juga harus mengutarakan kesiapan dari armada nasional. Hal tersebut dinilai agar jangan sampai setelah ditetapkan, maka ternyata tidak tersedia kapal-kapal nasional untuk mengangkut muatan komoditas ekspor tersebut. "Jadi tahap awal pengangkutan dengan kapal nasional dilakukan secara bertahap dan seterusnya ditingkatkan, dilihat dari kemampuan armada nasional mengangkutnya," kata Adolf.

Sebelumnya, PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) I mendesak pembenahan empat jenis transportasi laut yang dinilai mendominasi angkutan laut di pelabuhan-pelabuhan Indonesia. "Kalau ingin membenahi transportasi laut, fokus saja pada empat jenis transportasi laut yang dominan di Indonesia," kata Direktur Utama PT Pelindo I Alfred Nasir.

Menurut Alfred angkutan laut yang pertama dibenahi adalah kapal pengangkut batu bara yang volume angkutannya bisa mencapai ratusan juta ton per tahun, sedangkan angkutan yang kedua adalah kapal pengangkut kelapa sawit yang diperkirakan mencapai 25 juta ton per tahun.

Dua jenis transportasi laut lainnya, ujar dia, adalah kapal pengangkut BBM serta kapal peti kemas. "Jika empat ini fokus dibenahi pasti posisi indeks logistik Indonesia akan menjadi lebih baik," katanya.

close
Jakarta

"Saya sedang memikirkan, siapa yang paling tepat sebagai Menteri Keuangan, yang peduli membenahi kebijakan fiskal menjadi lebih baik," ujar Presiden SBY.

copyright © 2011 PT. Media Nusa Pradana