pencarian berita:
Jurnal Nasional - Rabu, 27 Maret 2013 halaman 10
 
Alamat
Pilih halaman:
Date:
Cls
APBN 2013
Pertamina Bangun Kilang 300 Ribu BPH
Jakarta | Rabu, 27 Maret 2013
Luther Kembaren

PT Pertamina ditugaskan membangunan kilang minyak berkapasitas 300 ribu barel per hari lewat Penyertaan Modal Pemerintah dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2013.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (Dirjen Migas ESDM) Edy Hermantoro mengatakan mekanisme PMP lebih memudahkan pemerintah untuk menugasi Pertamina dalam pembangunan proyek kilang berkapasitas 300 ribu bph itu. ESDM juga akan membentuk satuan tugas khusus proyek ini. "Melalui penyertaan modal pemerintah maka penugasan Pertamina untuk membangun kilang menjadi lebih mudah. Kami akan bentuk satu tim task force," kata Edy kepada wartawan di Jakarta, Selasa (25/3).

Selain itu, penunjukan Pertamina mempertimbangkan perseroan itu sudah punya kompetensi dan pengalaman dalam membangun maupun mengoperasikan kilang minyak. Sehingga tak akan kesulitan untuk mengerjakan pembangunan infrastruktur kilang senilai Rp90 triliun yang didanai dari APBN tersebut. Dengan begini penyelesaian proyek diyakini dapat selesai sesuai target pada 2018.

"Pertamina sudah punya kompentensi serta pengalaman bagaimana spesifikasi kilang dan jenis bahan bakar minyaknya seperti apa. Daripada harus capek mencari kontraktor lain. Kalau Pertamina kan tinggal berkolaborasi dengan kami menggunakan APBN," ucap Edy.

Belum lama ini, imbuhnya, ESDM baru melakukan rapat internal kementerian terkait pelaksanaan pembangunan kilang APBN. Sebelum memulai tahap konstruksi maka Pertamina harus melakukan studi kelayakan terlebih dahulu. Setelah itu barulah menyusun desain rinci kilang. Studi kelayakan sebelum membangun kilang merupakan keharusan.

Studi kelayakan sebagai fase awal pengerjaan proyek kilang APBN meliputi penyusunan desain perencanaan dasar, desain rinci, sampai keputusan akhir investasi. Opsi yang tersedia mengenai lokasi kilang berada di lahan milik Pertamina di Sumatera Selatan, yaitu Plaju-Sungai Gerong dan Katimpa Bengkok. Pasokan minyak mentah ke kilang APBN direncanakan berasal dari Irak. Setelah studi kelayakan selesai selanjutnya dilakukan tender rekayasa, pengadaan, dan konstruksi.

Pemerintah menargetkan konstruksi proyek kilang APBN dilakukan mulai 2015-2016 agar dapat beroperasi pada 2018. Untuk melaksanakan seluruh kegiatan dalam tahap awal pembangunan maka dialokasikan Rp250 miliar dari APBN 2013. Anggaran ini merupakan bagian pembiayaan proyek tersebut senilai total Rp90 triliun dari APBN yang menggunakan skema tahun jamak (multiyears). Saat ini, pemerintah tengah menangani tiga proyek pembangunan kilang minyak dengan kapasitas masing-masing 300 ribu bph.

Ditargetkan ketiganya mulai beroperasi komersial pada 2018. Dua dari tiga proyek tersebut akan dibangun Pertamina-Kuwait Petroleum Corporation dan Pertamian-Saudi Aramco. Proyek kilang yang digarap Pertamina-Kuwait Petroleum Corporation dan Pertamina-Saudi Aramco hingga ini terus berkutat seputar pembahasan insentif fiskal. Permintaan insentif tax holiday serta pengembalian investasi (Internal Rate of Return/IRR) sebesar 15 persen dari kedua investor itu belum diputuskan Kementerian Keuangan. IRR merupakan laju pengembalian keuntungan dari investasi kilang yang akan digarap. "Sedang kami bahas insentifnya. Yang diminta investor itu salah satunya adalah tax holiday. Ya macam-macam insentif yang diminta tapi paling utama mengenai tax holiday itu," ucap Edy.

Diharapkan pembahasan insentif kilang tersebut rampung pada Juni 2013. Proyek kilang dengan Kuwait rencananya dibangun di Bontang, Kalimantan Timur. Sedangkan bersama Saudi Aramco hendaknya digarap di Tuban, Jawa Timur. Sampai kini, tak satu pun dari ketiga proyek kilang itu yang sudah mulai konstruksi fisik. Total nilai investasi kedua proyek ini US$18 miliar, masing-masingnya US$9 miliar. Direktur Pengolahan Pertamina Chrisna Damayanto mengatakan pihaknya masih menunggu keputusan dari Kementerian Keuangan untuk kilang di Bontang.

Sementara untuk kilang di Tuban yang dibangun bersama Saudi Aramco, Pertamina terus menunggu penyelesaian kajian pasar (study market). Lokasi pembangunan kilang, baik di Bontang maupun di Tuban, pun belum secara pasti ditetapkan Pertamina.

"Kami masih menunggu kepastian dari Kementerian Keuangan untuk kilang dengan Kuwait. Sedangkan dengan Saudi, kami masih tunggu Saudi Aramco menyerahkan market study kepada kami. Targetnya sih triwulan pertama tahun ini bisa diserahkan ke Kementerian Keuangan. Tapi pihak Saudi belum selesai," ujarnya. n Dini Hariyanti

close
copyright © 2011 PT. Media Nusa Pradana