pencarian berita:
Jurnal Nasional - Selasa, 06 November 2012 halaman 10
 
Alamat
Pilih halaman:
Date:
Cls
Perekonomian Sumut Naik 6,12 Persen
Medan | Selasa, 06 November 2012

BADAN Pusat Statistik Sumatera Utara (BPS Sumut) mencatat, hingga triwulan III 2012, sejumlah sektor penunjang perekonomian meningkat sebesar 6,12 persen dibandingkan pada triwulan yang sama tahun 2011.

Kepala BPS Sumut Suharno mengatakan pertumbuhan tertinggi yang mengalami kenaikan itu, adalah sektor Pertanian, sedangkan terendah terjadi pada sektor gas, air, dan listrik.

Berdasarkan survei yang dilakukan BPS Sumut, pada triwulan III 2012 sektor pertanian mengalami pertumbuhan antara lain, tanaman pangan di sentra produksi yang mengalami panen raya seperti, Kabupaten Serdang Bedagai, Deliserdang, Asahan, Labuhan Batu, dan Langkat. Sektor Holtikultura, daerah sentra buah-buahan mengalami puncak produksi, seperti di Langkat, Karo, Tapanuli Tengah, Deliserdang, Asahan, dan Toba Samosir. Sektor perkebunan, perikanan, dan kehutanan juga mengalami kenaikan. Begitu juga konsumsi perikanan mengalami kenaikan didorong oleh cuaca lebih baik, ditambah permintaan cukup besar khususnya di Langkat, dan Padang Lawas.

"Jika dilihat dari angka komulatif, pada triwulan I-triwulan III 2012 yang mengalami peningkatan adalah sektor industri. Angka ini mengalami peningkatan, sebab pada triwulan I-triwulan III 2011 tumbuh sebesar 1,52 persen. Tetapi triwulan I-III tahun 2012 tumbuh menjadi 3,35 persen," katanya di Medan, Senin (5/11).

Sedangkan sektor yang lain mengalami perlambatan, seperti pertanian dari 590 persen menjadi 418 persen, Pertambangan dari 697 persen menjadi 654 persen. Untuk pertumbuhan tahunan, pertumbuhan ekonomi triwulan III tahun 2012, dibandingkan triwulan III tahun 2011 mengalami angka yang sama, yaitu berasal dari sektor pertanian sebesar 1,25 persen, Perdagangan, hotel, dan restoran sebesar 1,03 persen. Sehingga triwulan III tahun 2012 sebesar 6,12 persen. Angka ini disumbang oleh sektor pertanian sebesar 1,26 persen, perdagangan, hotel, dan restoran 1,03 persen, diikuti dengan sektor industri pengolahan sebesar 0,96 persen.

"Yang paling rendah pertumbuhan adalah sektor listrik, gas, dan air bersih sebesar 0,02 persen, sehingga total years on years menjadi 6,12 persen. Angka ini sangat bagus bagi pertumbuhan ekonomi Sumut," katanya.

Sementara itu, dari angka di atas, jika dilihat menurut nilai rupiahnya, maka produk domestik regional bruto menurut harga berlaku sebesar Rp 90,42 triliun. Atas dasar harga konstan triwulan III tahun 2012 sebesar Rp34,07 triliun. Sehingga ada kenaikan baik untuk atas dasar harga berlaku maupun atas dasar harga konstan.

Sehigga atas dasar itulah produksinya juga mengalami kenaikan. Jika dilihat kontribusinya untuk triwulan III tahun 2012, pertanian menyumbang 22,01 persen. Industri 21,21 persen, termasuk perdagangan, hotel dan restoran, dan jasa-jasa, sama dengan struktur pada triwulan sebelumnya.

Selain itu, pertumbuhan ekonomi dari sisi penggunaan, pengeluaran konsumsi rumah tangga mengalami pertumbuhan 3,04 persen, kemudian konsumsi pemerintah tumbuh dengan angka 1,11 persen, pembentukan modal tetap sebesar 2,82 persen, ekspor barang dan jasa juga mengalami kenaikan sebesar 1,78 persen, begitu juga importnya mengalami kenaikan sebesar 91 persen dibandingkan triwulan II tahun 2012. Sumber pertumbuhan, triwulan III 2012 terhadap triwulan III 2011 (yoy) konsumsi rumah tangga, disusul ekport dan impor mengalami pertumbuhan sebesar 1,43 persen.

"Menurut angka semua komponen yang ada ini, maka dapat dipastikan nilai ekonomi Sumut hingga triwulan III tahun 2012 tetap stabil dan cenderung mengalami peningkatan." Heri Surbakti.

close
copyright © 2011 PT. Media Nusa Pradana