Selasa, 20/11/2018 13:01 WIB

Cadangan Devisa Indonesia Naik Jadi US$ 115,7 Miliar

Peningkatan penerimaan cadangan devisa, antara lain karena penerimaan pajak dan devisa migas

Mata Uang Rupiah (okeboss.com)

Jakarta - Terhitung hingga akhir September 2016, cadangan devisa Indonesia naik US$ 2,2 miliar jadi US$ 115,7 miliar.

Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Mirza Adityaswara, mengatakan menanjaknya jumlah devisa karena derasnya modal asing masuk ke pasar modal.

Padatnya modal masuk ke Indonesia karena pergerakkan suku bunga The Federal Reserve, Amerika Serikat, yang sejak beberapa waktu terakhir telah mudah diprediksi.

"Sehingga modal asing masuk ke emerging market. Ketika modal asing masuk, BI juga sekaligus memperkuat cadangan devisanya," ujar Mirza di Jakarta, Jumat (7/10/2016).

Kepercayaan pelaku pasar juga meningkat, setelah kesuksesan periode pertama amnesti pajak periode pertama kurun Juli-September 2016, yang menghasilkan tebusan Rp97,2 triliun dan reptriasi Rp137 triliun.

Namun, banyaknya modal asing masuk tersebut mayoritas dari pelaku pasar. Dengan kata lain, Mirza belum melihat, peningkatan cadangan devisa karena modal asing masuk dari repatriasi amnesti pajak.

"Yang dari repatriasi amnesti pajak masih kita tunggu. Jadi yang terkait amnesti pajak masih ditunggu realisasinya," ujarnya.

BI juga menyatakan peningkatan penerimaan cadangan devisa, antara lain karena penerimaan pajak dan devisa migas, dan penarikan pinjaman luar negeri pemerintah.

Kemudian juga hasil lelang Surat Berharga Bank Indonesia (SBBI) valas, yang melampaui kebutuhan devisa untuk pembayaran utang luar negeri pemerintah dan SBBI valas jatuh tempo.

Posisi cadangan devisa hingga akhir September 2016 ini cukup untuk membiayai 8,9 bulan impor atau 8,5 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.

"Bank Indonesia menilai cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal dan menjaga kesinambungan pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan," kata Direktur Departemen Komunikasi BI Arbonas Hutabarat.

TAGS : Bank Indonesia Mirza Adityaswara Cadangan Devisa




TERPOPULER :