Rabu, 26/09/2018 15:24 WIB

Ahok Merosot, Pilkada DKI Sulit Diprediksi

Jelang pendaftaran calon gubernur dan wakil gubernur DKI, peta kekuatan para kandidat semakin terbaca. Berdasarkan kekuatan para calon, sehingga pemenang Pilkada DKI 2017 sulit diprediksi.

Ilustrasi

Jakarta - Jelang pendaftaran calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta, peta kekuatan para kandidat semakin terbaca. Berdasarkan kekuatan para calon, sehingga pemenang Pilkada DKI 2017 sulit diprediksi.

Hal itu berdasarkan hasil survei yang dirilis Lembaga Survei Stratak Indonesia, di Mercure Hotel Simatupang, Jakarta Selatan, Sabtu (17/9).

Direktur Risset Lembaga Survei Stratak Indonesia Mohammad Romdhoni mengatakan, merosotnya elektabilitas calon petahana Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok membuat pertarungan Pilkada DKI semakin ketat.

"Dari dua kali survei yang kita lakukan, Juni dan sekarang September 2016, Ahok secara personal tidak pernah mencapai angka elektabilitas di atas 50%, itu artinya sebagai petahana Ahok tidaklah kuat. Pengalaman menunjukan petahana yang kuat dan dominan selalu mencapai elektabilitas di atas 60%," kata Romdhoni.

Sebagai calon imcumbent yang memiliki elektabilitas di bawah 50 %, kata Romdhoni, Ahok sangatlah mudah untuk ditumbangkan. Sementara, dari sisi para penantang, Yusril, Risma dan Rizal Ramli semakin meningkat.

"Survei kami mendapatkan data elektabilitas Ahok menurun sementara para penantangnya terus merangkak naik. Dari daftar para penantang dapat disimpulkan, Yusril dipasangkan dengan siapapun berpotensi mengalahkan Ahok," jelasnya.

Sementara Sandi, lanjut Romdhoni, tampaknya belum memiliki momentum yang tepat untuk menjadi calon gubernur di pilkada DKI kali ini. "(Sandi) dia akan memberi kontribusi berarti jika dijadikan calon wakil oleh siapapun," terangnya.

Survei Stratak Indonesia ini dilakukan sejak 2 September-10 September 2016 dengan metode multistage random sampling. Jumlah sampel 420 responden, dengan margin of error sebesar 4,78% pada tingat kepercayaan 95%. Penggalian data dilakukan dengan wawancara tatap muka langsung oleh para pewawancara yang terlatih.

Berikut perbandingan elektabilitas para kandidat berdasarkan hasil Lembaga Survei Stratak Indonesia antara Juni dan September:

Survei Bulan Juni

Basuki Tjahaja Purnama 48,2%     
Yusril Ihza Mahendra 12.8%           
Tri Rismaharani 5.9%  
Rizal Ramli (Juni tak ada data)
Sandiaga S Uno 2.3%     
TT/TJ/ 12,7%

Survei Bulan September

Basuki Tjahaja Purnama 43,2%
Yusril Ihza Mahendra 27%
Tri Rismaharani 7,8%
Rizal Ramli 4,8%
Sandiaga S Uno 4,5%
TT/TJ/ 12,7%

TAGS : Pilkada DKI Pilgub DKI PDIP Megawati Soekarnoputri Rizal Ramli Yusril Ihza Mahendra




TERPOPULER :