Selasa, 12/11/2019 12:32 WIB

Konsumen Skincare di Indonesia Tak Selugu Dulu

Pengguna skincare di Indonesia tak selugu dulu, kini mereka paham dengan istilah-istilah sulit kandungan di dalamnya dan fasih membicarakannya di media sosial.

Ilustrasi menggunakan produk perawatan wajah.(Foto: istimewa)

Jakarta, Jurnas.com – Tren perubahan sepertinya masuk di segala sektor, di setiap negara bahkan. Beberapa waktu lalu Harvard Business Review membuat ulasan tentang kecenderungan konsumen memilih produk lokal dan membuat ketar-ketir brand kecantikan multinasional.

Science Art Communication dan 6Estates juga merilis temuan tentang betapa konsumen skincare paham dan peduli dalam kandungan produk yang mereka pakai. 

Riset yang dilakukan di media sosial dan forum kecantikan di jagat internet selama periode 2014-2018 diolah menggunakan teknologi machine learning dan natural language processing.

Hasilnya, ditemukan fakta jika mayoritas perempuan di Indonesia peduli memperhatkan kandungan skincare suatu produk, khususnya merek lokal. 

“Pengguna skincare di Indonesia tak selugu dulu. Kini mereka paham dengan istilah-istilah sulit bahan dalam produk dan fasih membicarakan di media sosial,” ucap Chief Operating Officer dari SAC Rayandityo Muktiaki.

Dari percakapan yang terekam, ditemukan enam kandungan alami skincare yang paling sering dibicarakan di media sosial dan forum perempuan di Indonesia.

Keenam kandungan itu adalah azelaic acid, spirulina, orchid, aloe vera, niacinamide, dan arbutin. “Percakapan yang menyebut kandungan azelaic acid, spiriluna, dan orchid tiap tahun meningkat di angka lebih dari 100 persen,” ucap Director Consumer Market & Insight dari 6Estates.

 

TAGS : Tren Skincare Bahan Skincare




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :