Senin, 19/08/2019 20:49 WIB

Sukses Hadirkan S-400 di Turki, Rusia: Itu Baru Permulaan

Slutsky mengatakan pengadaan S-400 ke Ankara hanyalah langkah pertama.

Sistem pertahanan udara S-400 (Foto: Sergey Pivovarov / Sputnik)

Moskow, Jurnas.com - Salah satu anggota parlemen Rusia mengatakan, Moskow akan menyediakan negara kawasan persenjataan yang lebih maju daripada S-400, sistem pertahanan udara canggih yang telah diberikan Rusia ke Turki.

"Sistem persenjataan yang lebih maju dari Rusia pasti akan muncul di kawasan itu," kata kepala Komite Luar Negeri Negara Duma (majelis rendah parlemen Rusia), Leonid Slutsky seperti dilansir dari media lokal, Minggu (14/7).

Slutsky mengatakan bahwa skenario akan berperan sebagai bagian dari kerja sama pertahanan yang diperluas antara Rusia dan negara-negara kawasan.

"Kami akan bekerja sama dengan erat; volume kerja sama seperti itu sangat besar. Saya yakin kami harus meningkatkan kerja sama seperti itu di setiap cara yang memungkinkan," katanya.

Slutsky mengatakan pengadaan S-400 ke Ankara hanyalah langkah pertama.

Turki dan Rusia menyelesaikan kontrak S-400 pada Desember 2017, dua tahun setelah Amerika Serikat (AS) memutuskan untuk menarik sistem rudal darat ke udara Patriot dari perbatasan Turki dengan Suriah.

Setelah itu, AS mulai memperingatkan Ankara agar tidak melanjutkan pengadaan S-400, termasuk mengancam akan menghapus Moskow dari program multilateral pesawat tempur F-35.

Beberapa raksasa industri Turki mengambil bagian dalam program ini. Pilot Turki juga  sudah mengadakan latihan menerbangkan pesawat tersebut, meskipun pelatihan itu baru-baru ini dihentikan karena Ankara keukeuh mendatangkan S-400 Rusia.

Pengiriman sistem Rusia dimulai pada Jumat (12/7), dengan pesawat kargo membawa beberapa traktor dan kendaraan yang memuat S-400.

Akhir bulan lalu, pejabat Rusia juga mengatakan bahwa sistem pertahanan yang sama segara dikirim ke Iran.

S-400 adalah sistem pertahanan udara dan rudal canggih yang dimaksudkan untuk melibatkan musuh yang masuk pada jarak hingga 400 kilometer.

TAGS : Sistem Pertahanan Rusia Turki Timur Tengah Amerika Serikat




TERPOPULER :