Kamis, 18/07/2019 17:50 WIB

Menaker Ajak Praktisi Dukung Pembangunan SDM

Hanif menilai hal ini karena produktivitas di sektor pertanian tersebut masih rendah dibandingkan produktivitas di sektor lain seperti manufaktur.

Menaker Hanif Dhakiri (foto: Humas Kemnaker)

Jakarta, Jurnas.com - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) M. Hanif Dhakiri mengajak para praktisi Sumber Daya Manusia (SDM) agar mendukung progam pembangunan SDM yang menjadi prioritas pemerintah di tahun 2019.

Hal tersebut diungkapkan Menaker Hanif dalam sambutannya di acara halalbihalal bersama Gerakan Nasional Indonesia Kompeten (GNIK) yang diselenggarakan di Jakarta, Sabtu (06/07).

Menaker Hanif mengatakan para praktisi SDM memiliki tugas mengelola dan mengembangkan SDM dapat menjadi garda depan dalam mendukung pembangunan SDM di Indonesia.

"Praktisi SDM memiliki tantangan yang cukup berat dalam tren perkembangannya saat ini. Salah satunya kemampuan praktisi SDM ini untuk terus mencetak tenaga profesional di Indonesia dengan jumlah yang banyak dan merata," kata Hanif.

Hanif juga menyampaikan bahwa pentingnya peran praktisi SDM dalam mengatasi problem missmatch ketenagakerjaan di Indonesia, salah satunya terkait dengan relevansi input SDM dengan permintaan di pasar kerja.

Selain itu, Menaker Hanif mengatakan pembangunan SDM harus menjadi tumpuan bangsa Indonesia untuk maju, berkembang, dan menjadi negara makmur dan berkeadilan.

"Dalam pembangunan SDM kita juga mendorong agar investasi SDM menjadi kunci agar Indonesia dapat berkembang dengan pesat dan mampu bersaing di tingkar global," ungkap Hanif.

Dalam kesempatan ini, Hanif memberikan apresiasi dan mendukung penuh GNIK yang telah menempatkan praktisinya ke daerah - daerah, terutama daerah yang perkembangan industrinya sedang berkembang.

"Saya juga ingin mendorong kepada para praktisi ini agar memperhatikan kualitas SDM terutama di sektor pertanian atau agrobisnis. Sehingga, ekonomi pedesaan dan keluarga bisa meningkat," ungkap Hanif.

Hanif menilai hal ini karena produktivitas di sektor pertanian tersebut masih rendah dibandingkan produktivitas di sektor lain seperti manufaktur.

Hanif juga menginginkan kepada dunia usaha agar dalam proses perekrutan tenaga kerja, tidak hanya melihat dari sektor pendidikan formal, melainkan perlunya syarat kompetensi yang diperlukan.

SDM dan dunia usaha harus berjalan secara berimbang dan saling mendukung. Apalagi di era yang berubah dengan sangat cepat seperti saat ini, SDM harus disiapkan secara matang untuk menghadapi perubahan.

"Inovasi sangat penting dilakukan oleh pekerja maupun pengusaha. Kita juga dorong partisipasi dunia usaha untuk menyiapkan SDM yang siap mengikuti perkembangan dan perubahan jaman," kata Menaker Hanif.

Untuk diketahui, GNIK merupakan sebuah organisasi dengan anggota para praktisi SDM di berbagai perusahaan di Indonesia.

"Saya berterima kasih kepada praktisi SDM yang bersedia mengambil peran tambahan menggenjot perbaikan kualitas SDM Indonesia melalui Gerakan Nasional Indonesia Kompeten. Saya harap gerakan ini mempunyai area director di berbagai daerah di seluruh Indonesia, sehingga gerakan kompeten ini bisa masif dilakukan," tutup Hanif.

TAGS : Kinerja Menteri Tenaga Kerja




TERPOPULER :