Selasa, 15/10/2019 13:01 WIB

Zarif: Tim B Gagal Jebak AS-Iran ke Medan Perang

Tim B untuk menjebak Trump melakukan perang dengan Iran. Hanya saja Iran tidak terjebak berkat kehati-hatiannya dalam bertindak.

Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif

Teheran, Jurnas.com - Menteri Luar Negeri Iran, Mohammad Javad Zarif mengatakan pesawat mata-mata Amerika Serikat (AS) yang melanggar batas wilayah Iran di Laut Oman adalah perpanjangan dari upaya Tim B menyeret Presiden AS Donald Trump ke ke medan perang.

Tim B ini merujuk pada Penasihat Keamanan Nasional AS John Bolton, perdana menteri Israel, serta pemimpin Arab Saudi dan Uni Emirat Arab, yang semuanya turut menekan Iran.

Di akun Twitternya, Zarif mengatakan Tim B telah melakukan berbagia upaya untuk memantik perang AS-Iran, termasuk saat drone MQ2 AS menyelinap ke wilayah Iran pada akhir Mei dan menghubungkan serangan kapal tanker di kota pelabuhan Fujairah Uni Emirat Arab terhadap Iran.

Zarif mencatat, semua tindakan itu, dihasut Tim B untuk menjebak Trump melakukan perang dengan Iran. Hanya saja Iran tidak terjebak berkat kehati-hatiannya dalam bertindak

IRGC mengatakan dalam sebuah pernyataan, pesawat tak berawak Global Hawk buatan AS berhasil dilumpuhkan Angkatan Udara di dekat wilayah Kouh-e Mobarak setelah pesawat itu melanggar wilayah udara Iran.

Presiden Iran, Hassan Rouhani mengatakan, pelanggaran baru-baru ini pesawat mata-mata AS di wilayah udara Republik Islam adalah awal dari ketegangan baru di wilayah tersebut.

"Wilayah ini sangat sensitif dan keamanan Teluk Persia dan Laut Oman penting bagi banyak negara. Karena itu, kami mengharapkan semua badan internasional untuk menunjukkan reaksi yang sesuai terhadap tindakan agresi oleh AS," kata Rouhani dalam sebuah pertemuan dengan Presiden Uni Antar-Parlemen (IPU) Gabriela Cuevas Barron di Teheran.

Insiden pesawat tak berawak AS itu terjadi sebulan setelah kapal tanker minyak Front Altair milik Kokuka, Jepang dan Norwegia, dilanda ledakan di dekat Selat Hormuz yang strategis.

Administrasi Presiden AS Donald Trump menuduh Iran berada di balik serangan itu sementara analis independen menyalahkan AS dan badan-badan intelijen Israel karena melakukan operasi bendera palsu untuk memicu konflik di wilayah Timur Tengah.

TAGS : Tim B Amerika Serikat Iran Mohammad Javad Zarif




TERPOPULER :