Rabu, 24/07/2019 14:25 WIB

Negosiasi China-AS Pekan Depan Diprediksi Tak Redakan Perang Dagang

Pasalnya, menurut sejumlah media pemerintah China, untuk menyelesaikan polemik dagang yang berlarut-larut, butuh lebih dari sekadar pertemuan tunggal.

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan Presiden China, Xi Jinping (Foto: AFP)

Shanghai, Jurnas.com - Pembicaraan perdagangan antara China dan Amerika Serikat (AS) dikatakan tidak cukup jika hanya dengan menggelar satu kali pertemuan.

Pasalnya, menurut sejumlah media pemerintah China, untuk menyelesaikan polemik dagang yang berlarut-larut, butuh lebih dari sekadar pertemuan tunggal.

Kendati demikian, kedua negara dapat memulai fase baru dalam negosiasi yang rencananya akan berlangsung awal pekan depan.

"Harapan kedua pihak terlalu berbeda untuk memungkinkan itu (damai, Red)," tulis China Daily pada Kamis (20/6)

"Yang lebih memungkinkan, pertemuan satu lawan satu akan berakhir sebagai awal dari fase baru dalam negosiasi, dengan kedua pemimpin secara pribadi menetapkan garis bawah masing-masing negara mereka," lanjut media tersebut.

The Global Times, juga menerbitkan artikel yang berisi Beijing telah mengirim sinyal yang jelas ke Washington bahwa "China tidak akan pernah bisa dicegah."

"Hasil negosiasi tidak sering diperoleh melalui pembicaraan, tetapi melalui perkelahian. Jika menginginkan hasil negosiasi yang baik, China harus bertahan dan tidak takut," kata surat kabar itu.

"Karena perdagangan antara China dan AS kemungkinan besar akan berlanjut, kedua negara pada akhirnya mungkin mencapai kesepakatan. Tetapi China tidak akan tidak sabar atau takut akan kemunduran."

Sebelumnya, Trump mengancam untuk mengenakan tarif pada barang lain senilai US$325 miliar, mencakup hampir semua impor China yang tersisa ke Amerika Serikat, termasuk produk konsumen seperti ponsel, komputer dan pakaian.

TAGS : China Amerika Serikat Perang Dagang




TERPOPULER :