Senin, 14/10/2019 06:56 WIB

Di Sektor Pertanian, Menteri Amran Pegang Teguh Falsafah Bugis Makassar

Keberhasilan Saudagar Bugis Makassar di pentas nasional dan internasional berkat dua falsafah hidup.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman saat memberikan materi pada Pertemuan KKSS Bugis Makassar yang dihelat di Makassar, Minggu (16/6).

Makassar, Jurnas.com - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyebut keberhasilan Saudagar Bugis Makassar di pentas nasional dan internasional berkat dua falsafah hidup yang dipegang teguh, yaitu komitmen dan keyakinan.

Keberhasilan dan capaian sektor pertanian saat ini, kata Amran, juga tidak lepas dari dua mantra yang dipegang teguh selama dipercayakan memimpin Kementerian Pertanian (Kementan).

"Jangan banyak diskusi, mari kita goncang dunia lewat Saudagar Bugis Makassar," kata Amran saat memberikan materi pada Pertemuan KKSS Bugis Makassar yang dihelat di Makassar, Minggu (16/6).

Menurutnya, keberhasilan konglomerat nomor 10 dunia (Jack Ma) saat ini, karena falsafah hidupnya sama dengan masyarakat Bugis, di antaranya adalah memegang teguh keyakinan.

Keyakinan sendiri, kata putra Bone, Sulawesi Selatan itu memiliki tiga tingkatan, yaitu ilmu yakin, ainulyakin dan hakulyakin.

"Falsafah inilah yang diamalkan nenek moyang Bugis Makassar dulu sehingga sukses di mana-mana. Ada Bupati di Lingga, Wakil Gubernur dan konglomerat di Kalimantan, itu juga banyak dari Bugis, ada yang kami satu RT di masa kecil," imbuhnya.

Pada pertemuan saudagar Bugis Makassar itu, Amran memaparkan capaian sektor pertanian selama hampir lima tahun pemerintahan Jokowi-JK. Di antara capaian itu adalah:

Pertama, dalam sejerah pertanian, baru era Jokowi-JK kementan berhasil meraih opini WTP tiga tahun berturut-turut yakni sejak 2016 hingga 2018 atas Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP) Tahun 2018 oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

"Dua minggu lalu kami terima. Itulah adalah rekor keberhasilan di sektor pertanian. Berkat doa dan kerja keras kita semua. Kita tahu dulu penuh sektor pertanian dengan masalah, disclamer dan Wajar Dengan Pengecualian," paparnya.

Kedua, inflasi bahan pangan dulu 2013 terburuk di dunia. Namun demikian, setelah berjalan tiga tahun, Indonesia mampu menekan inflasi dari 10,57 persen di tahun 2014 menjadi 1,26 persen di tahun 2017.

Dari capaian ini, sambung Amran, ada banyak negara yang dilampaui Indonesia, yaitu Jepang, Belanda, Kanada, Jerman, dan total ada 12 negara yang kita lampaui, sebentar lagi Amerika Serikat kita lampaui.

"Jadi kalau ada yang mengatakan harga pangan naik, itu perlu dipertanyakan. Tiga tahun terakhir harga pangan pada posisi stabil, ini didukung data yang valid, juga berdasarkan data dari FAO," ujarnya.

Ketiga, PDB sektor pertanian pun naik 3,7 persen dari Rp 800 triliun menjadi Rp 1.375 triliun atau separuh dari APBN. Kenaikan ini melebihi target yang ditetapkan pemerintah sebesar 3,5 persen.

"Itu baru kenaikan saja, tapi Indonesia juga meraih peringkat ke-5 dunia PDB sektor pertanian dari 224 negara. Data ini sudah ditandatangani BPS dan BKPM. Ini capaian tertinggi kenaikan PDB sektor pertanian dalam sejarah Republik Indonesia," sebut Amran.

Ketiga, Kementan berhasil meraih penghargaan anti gratifikasi dan korupsi terbaik dari KPK selama dua tahun berturut-turut. Padahal dulu Kementan dikenal dengan kementerian yang penuh dengan masalah.

"Selama empat tahun terakhir, kami telah melakukan mutasi-demosi pegawai sebanyak 1.479 pegawai, diberikan sanksi 844 pegawai dan bahkan ada yang dipecat karena melakukan penyelewengan atau korupsi," pungkasnya.

TAGS : Saudagar Bugis Makassar Falsafah Hidup Sektor Pertanian Andi Amran Sulaiman




TERPOPULER :