Selasa, 16/07/2019 03:45 WIB

Terobosan Makanan Pemulihan Berbahan Pangan Lokal

Pembuatan RUTF lokal dapat dikembangkan dan diadopsi dalam program intervensi gizi balita.

Ilustrasi bayi yang membutuhkan gizi (Money Sharma/AFP)

Jakarta, Jurnas.com - Formula Ready to Use Therapeutic Foof (RUTF) adalah makanan pemulihan untuk balita sangat kurus (wasting) yang berupa makanan padat, bentuk pasta diperkaya dengan zat gizi berupa vitamin dan mineral.

RUTF yang menggunakan bahan makanan lokal terbukti dapat diterima masyarakat, khususnya keluarga yang mempunyai balita kurus dan sangat kurus.

RUTF lokal ini telah didaftarkan dengan pendaftaran paten Nomor P00201201133: Makanan Terapi Siap Santap (KcHijauNut dan Tempe-Nut) untuk penderita gizi buruk dan proses pembuatannya dengan tanggal pendaftaran 6-12-2012.

Bahan baku untuk RUTF lokal dipilih dari beberapa kacang-kacangan yakni kacang tanah, kacang hijau, kacang merah, kacang kedele dan hasil fermentasi kacang kedele yaitu tempe.

Kacang-kacangan merupakan sumber protein yang murah, mudah di dapat di daerah dan tepat digunakan sebagai makanan tambahan mengatasi kurang gizi yang terjadi pada balita.

Pembuatan RUTF lokal merupakan serangkaian kegiatan dimulai dari menyusun komposisi bahan produk dengan formulasi, mencampur bahan baku sampai pengepakan.

Semua bahan pembuatan RUTF lokal tersedia di daerah kecuali vitamin mineral yang merupakan fortifikan yang dibeli dari luar negeri.

Pembuatan RUTF dimulai dengan penepungan kacang-kacangan dan tempe, kemudian disangrai dalam microwave. Bahan dicampur dengan gula pasir, susu skim, vitamin dan mineral.

Kemudian adonan dihaluskan dengan alat mixer dan ditambahkan minyak sayur yang telah dihangatkan, sampai menjadi adonan yang kalis, kemudian dikemas dalam plastik.

Menteri Kesehatan RI Nila Moeloek mengaku berbahagia dengan pengembangan RUTF berbahan lokal dan telah diteliti Prof Astuti secara komprehensif mulai dari formula, pengemasan, ujicoba dan model pemanfaatannya di puskesmas.

“Saya berharap temuan ini dapat dikembangkan dan diadopsi dalam program intervensi gizi balita wasting yang terintegrasi dengan PIS-PK,” kata Nila.

TAGS : Makanan Pemulihan Bahan Lokal




TERPOPULER :