Rabu, 18/09/2019 12:19 WIB

Ketua PBNU: Empat Tahun Nyaris Tak Ada Gejolak Harga Pangan Signifikan

Diperintahkan sebelumnya gejolak harga pangan hampir selalu terjadi setiap kali jelang Ramadan dan Idul Fitri.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman bersama Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Said Aqil

Jakarta, Jurnas.com - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siradj mengapresiasi konsistensi Kementerian Pertanian (Kementan) dalam menjaga ketersediaan pangan selama empat tahun terakhir, umumnya pada Ramadan dan Idul Fitri.

Dalam beberapa tahun terakhir, nyaris tidak ada gejolak harga yang signifikan dan ketersediaan pangan. Padahal dulunya, gejolak harga pangan hampir selalu terjadi setiap kali jelang Ramadan dan Idul Fitri.

"Ini pertanda pemerintahan Jokowi telah bekerja keras dalam memastikan ketersediaan pangan mencukupi," ungkap Aqil saat menyampaikan keterangannya di Jakarta, Jumat (31/5).

Kiyai Aqil, mencontohkan, bulan lalu, harga bawang putih sempat meroket hingga Rp90.000 per kilogram. Namun, melalui berbagai strategi Kementan, harga bumbu dapur itu kembali normal, yaitu Rp40.000 saat Ramadan dan jelang Idul Fitri.

Kementan menstabilkan harga komoditas tersebut dengan mensuplai bawang putih di pasaran melalui operasi pasar. Harga langsung turun setelah Kementan dan stakeholders melakukan operasi pasar secara masif di 40 lokasi.

"Saya sempat berkomunikasi dengan Pak Mentan. Beliau sampaikan pihaknya mengawasi secara ketat ketersediaan pangan. Selain itu, beliau menekankan pentingnya koordinasi dengan Kemendag, Bulog, maupun Satgas Pangan sehingga distribusi pangan menjadi lancar," ujar Aqil.

"Saya pikir kesigapan dan sinergi berbagai elemen pemerintah ini lah yang pada akhirnya membuat ketersediaan pangan aman dan terkendali," tambahnya.

Stabilitas pangan, sebut Aqil, merupakan hal yang sangat krusial saat ini. Apalagi beberapa bulan terakhir, situasi politik dan sosial masyarakat sempat memanas.

"Kalau sampai terjadi kelangkaan kebutuhan pokok, saya yakin kondisi yang sudah panas akan menjadi semakin tidak terkendali. Karena itu, kita patut mensyukuri terkendalinya stok dan harga pangan," terang Aqil.

Sebelumnya, Kementan sempat memastikan ketersediaan semua kebutuhan pokok tercukupi sampai akhir puasa dan Hari Raya Iedul Fitri.

Berdasarkan data dari Bulog, Stok Beras di Gudang Bulog lebih dari dua juta ton dan aman hingga akhir tahun. Sementara ketersediaan kedelai untuk periode Januari-Juni 2019 diperkirakan mencapai 2,857 juta ton dengan proyeksi kebutuhan sebesar 2,21 juta ton.

Begitu pula dengan ketersediaan daging sapi atau kerbau selama Januari-Juni, Kementan menyebutkan ketersediaan berada di kisaran 379.900 ton dengan perkiraaan kebutuhan sejumlah 347.800 ton.

Sementara itu, ketersediaan bawang putih sepanjang Januari-Juni 2019 diperkirakan mencapai 270.000 ton dengan perkiraan kebutuhan sebesar 240.000 ton. Tercatat hingga April lalu, 115.000 ton bawang putih impor telah masuk ke Indonesia dan diproyeksikan mencukupi kebutuhan hingga akhir Juni.

TAGS : Ketua PBNU Aqil Siradj Idul Fitri Pangan




TERPOPULER :