Kamis, 22/08/2019 16:45 WIB

Harga Minyak Naik Efek Risiko Konflik di Timteng

Minyak mentah berjangka Brent berada di harga US$72,16 per barel pada 03.49 GMT, naik 39 sen atau 0,5 persen dari penutupan terakhir mereka

Ilustrasi kilang minyak

Tokyo, Jurnas.com - Harga minyak mentah naik pada Kamis (16/5) untuk sesi ketiga berturut-turut. Kondisi ini disebabkan oleh risiko konflik di Timur Tengah, yang memicu kekhawatiran gangguan pasokan.

Dilansir dari Reuters, minyak mentah berjangka Brent berada di harga US$72,16 per barel pada 03.49 GMT, naik 39 sen atau 0,5 persen dari penutupan terakhir mereka. Brent ditutup naik 0,7 persen pada Rabu.

Sementara minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS berada di harga US$62,41 per barel, naik 39 sen atau 0,6 persen dari penyelesaian sebelumnya. WTI ditutup naik 0,4% di sesi terakhir.

Analis mengatakan minyak mendapat dukungan dari ketegangan yang meningkat di Timur Tengah, setelah helikopter membawa staf AS dari kedutaan Amerika di Baghdad kemarin, karena kekhawatiran yang jelas tentang ancaman yang dirasakan dari Iran.

Sementara kenaikan dalam persediaan AS semalam membantu untuk membatasi harga, demikian juga ketidakpastian tentang apakah OPEC dan produsen lain akan mempertahankan ke dalam paruh kedua pemotongan pasokan tahun yang telah mendorong harga lebih dari 30 persen sejauh ini pada 2019.

Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) mengatakan pada Selasa bahwa permintaan dunia terhadap minyaknya akan lebih tinggi dari yang diperkirakan tahun ini.

"Meskipun gangguan sisi penawaran tetap mendukung harga minyak, OPEC belum merilis pernyataan indikatif tentang rencana pasokan," kata Benjamin Lu, analis komoditas di Phillip Futures di Singapura.

TAGS : Harga Minyak Brent Berjangka West Texas Intermediate




TERPOPULER :