Senin, 27/05/2019 08:15 WIB

IIA 2019 Memacu Pemerintah dan Swasta Terus Kembangkan Inovasi

Memasuki era indsutri 4.0, setiap organisasi bisnis dan organisasi pemerintah dituntut bisa melakukan adaptasi terhadap perkembangan zaman

Direktur Jenderal Penguatan Inovasi Kemenristekdikti, Jumain Appe di acara Indonesia Innovation Awards 2019 di Jakarta, Kamis (25/04)

Jakarta, Jurnas.com - Memasuki era indsutri 4.0, setiap organisasi bisnis dan organisasi pemerintah dituntut bisa melakukan adaptasi terhadap perkembangan zaman. Hal itu dapat dicapai dengan cara selalu menciptakan inovasi sebagai modal untuk bertahan di tengah persaingan yang ketat di bidang industri.

Direktur Penguatan Inovasi Jumain Appe mengatakan, ada dua hal yang perlu dikembangkan untuk menghadapi persaingan di era industri 4.0. Kedua hal tersebut adalah pengembangan sumber daya manusia dan penelitian dam pengembangan inovasi.

"Oleh karena itu, pemerintah mendorong pengembangan pertama sumber daya manusia ke depan. Jadi nanti tahun 2020 fokus utama adalah pembangunan sumber daya manusia. Kedua adalah penelitian dan pengembangan inovasi. Kita melaksanakan penelitian itu tentunya, tidak hanya sekedar hanya melakukan itu tapi kita melihat apa sih yang dibutuhkan. Nah yang dibutuhkan oleh industri 4.0 itulah yang langsung kita lakukan untuk menetapkan produk-produk yang akan kita kembangkan dan hasilkan," kata Jumain Appe dalam acara Indonesia Innovation Award 2019 (IIA) di Grand Ballroom, Hotel Fairmont Jakarta, Kamis malam (25/04).

Sebagai salah satu langkah untuk memacu pemerintah dan swasta terus berinovasi, majalah Biskom dan Asosiasi Pengusaha Teknologi Informasi dan Komunikasi Nasional (APTIKNAS) memberikan apresiasi kepada pemerintah swasta atas keberhasilan dalam pengembangan inovasi melalui Indonesia Innovation Award (IIA) 2019.

IIA 2019 didukung oleh Direktorat Jenderal Penguatan Inovasi, Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, akademisi (ICT Institute), Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) dan lembaga market research PT Alvara, serta beberapa lembaga.

Soegiharto Santoso alias Hoky selaku Ketua Panitia Penyelenggara IIA 2019 mengatakan, tujuan yang ingin dicapai dari kegiatan ini adalah meningkatkan daya saing perusahaan, mendorong produktifitas dan efisiensi perusahaan serta menumbuh kembangkan budaya inovasi dan kreatifitas.

Selain itu memberikan apresiasi kepada korporasi yang Inovatif, mempublikasikan kepada pihak-pihak terkait, misalnya perusahaan, investor, lembaga keuangan, pemerintah dan diharapkan dapat mendukung program pemerintah.

“Saya kebetulan menjabat sebagai Ketum APTIKNAS yang sampai saat ini telah mempunyai 27 DPD APTIKNAS se-Indonesia dan memiliki 3 program kerja yaitu smart city, e-commerce, dan digital talent,” kata CEO majalah tersebut.

Hoky menambahkan, tentu hal tersebut merupakan potensi yang sangat besar untuk melakukan sinergi dengan berbagai pihak, baik dengan pihak swasta/pebisnsis maupun pemerintah dan juga dunia pendidikan.

“Apalagi saat ini para Ketua-ketua DPD APTIKNAS telah mulai aktif, khususnya dalam kesempatan ini PakFanky Christianselaku Ketua DPD APTIKNAS DKI Jakarta yang sangat aktif dan juga terlibat dalam kepantiaan ini, sehingga potensi di APTIKNAS dapat dioptimalkan serta yakin akan banyak hal positif yang dapat diduplikasi oleh teman-teman DPD APTIKNAS yang telah tersebar dari Aceh hingga Papua,” ujarnya.

Sementara itu Direktur Sistem Inovasi Kemenristekdikti, Ophirtus Sumule, selaku Ketua Dewan Juri menjelaskan, sebelum penganugerahan ‘Indonesia Innovation Award 2019’ telah dilakukan serangkaian acara untuk mencari pemenangnya. Antara lain, shortlist perusahaan dan penyusunan kuesioner untuk peserta 5 Januari-5 Februari, pengisian kuesioner oleh kandidat pemenang 5-20 Maret.

Pengembalian formulir konfirmasi kandidat pemenang dilakukan pada 20 Maret. Sementara pengembalian jawaban kuesioner dilakukan 25 Maret dan pemenang diputuskan lewat sidang pleno dewan panelis yang dilakukan pada 28 Maret 2019 dan 1 April 2019 dilaksanakan di Kantor Kemenristekdikti.

”Sementara pengumuman pemenang dilaksanakan pada 25 April 2019. Disampaikan pula bahwa para panelis juri berasal dari; Kemenristekdikti, APTIKNAS, APEKSI, Badan Inovasi Center (BIC), Information Communication Technology (ICT) Institute dan Dewan Riset Nasional (DRN),” sebutnya.

 

TAGS : IIA 2019 Pengembangan Inovasi




TERPOPULER :