Minggu, 17/11/2019 11:45 WIB

Kini Hadir Spot Foto dan Edukasi di Museum Pertanian Bogor

Didesain kekinian, tempat ini juga cocok dijadikan spot melakukan swafoto bersama teman-teman atau keluarga.

Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian, Syukur Iwantoro bersama para mantan Menteri Pertanian sekaligus penggagas meresmikan Museum Pertanian pada Senin 22 April 2019 (Foto: Supi/JURNAS)

Bogor, Jurnas.com - Kini hadir di kota Bogor Museum Pertanian terbesar se Asia Tenggara. Museum ini menyajikan sejarah pertanian, salah satunya peternakan dan kesehatan hewan. Didesain kekinian, tempat ini juga cocok dijadikan spot melakukan swafoto bersama teman-teman atau keluarga.

Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian, Syukur Iwantoro menyampaikan bahwa Kementan berupaya mewujudkan Pusat Perpustakaan dan Penyebaran Teknologi Pertanian (PUSTAKA) sebagai wisata edukasi sejarah pertanian dan peternakan untuk masyarakat luas.

"Kita memperkenalkan fasilitas yang dimiliki PUSTAKA pada seluruh elemen masyarakat" ujar Syukur, saat mewakili Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman meresmikan Museum Pertanian dan Gedung Pustaka, dan Pengetahuan Digital (22/4).

Tak sekedar swafoto, pengunjung juga dapat mengetahui sejarah peternakan Indonesia, perkembangan peternakan unggas, perkembangan peternakan sapi pedaging, Perkembangan peternakan sapi perah/persusuan yang dan disajikan secara kekinian sehingga mudah dicerna masyarakat, khususnya para generasi muda atau milenial.

Selain itu, ada juga artefak berupa patung peternakan dan kesehatan hewan juga dipamerkan.

Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan , I Ketut Diarmita, sebagai salah satu yang memiliki kontribusi secara all out dalam memberikan pengetahun dibidang peternakan dan Kesehatan Hewan.

"Generasi Milineal sebagai penentu kemajuan pertanian dan peternakan, karena generasi ini memiliki kekuatan berinovasi dan gagasan kreatif bagi kelangsungan pertanian" ujar Ketut.

Lanjut Ketut, museum diharapkan mampu menghadirkan pembelajaran sejarah baru yang tidak menoton, sehingga generasi milineal tertarik memahami sejarah pertanian bangsanya.

Untuk anak-anak mudah yang ingin berkunjung ke tempat ini wajib mengetahui beberapa hal, di antaranya, museum ini dibuka setiap hari kerja dari 08:00 sd 16:00 WIB dan selanjutnya Museum Tanah dan Pertanian terdiri dari empat gedung yaitu:

Gedung A, khusus menyajikan berbagai koleksi hasil penelitian tanah seperti makromonolit tanah-tanah di Indonesia. Gedung B, merupakan perkantoran dan terdapat ruang rapat.

Gedung C, terdiri dari 3 lantai yang masing-masing mempunyai tema untuk setiap lantainya. Tema lantai C1 yaitu pertanian sacara umum dari jaman dulu sampai sekarang. Tema lantai C2 yaitu untuk komoditas subsektor tanaman pangan, perkebunan dan hotikultura. Di Lantai ini juga terdapat cafe yang menyiadakan kopi dan teh dari berbagai daerah di Indonesia. Tema lantai C3 yaitu pertanian masa depan yang salah satunya adalah impian Indonesia menjadi Lumbung Pangan Dunia.

Gedung D, terdiri dari 3 lantai yaitu lantai D1 merupakan area playground untuk anak anak agar mengenal pertanian dan peternakan.

Lantai D2 khusus untuk subsektor peternakan yang mana menyajikan informasi berbagai komoditas peternakan seperti ayam, kambing, domba dan sapi serta jenis-jenis pakannya, terdapat pula diorama sapi Belgian Blue dan artefak terkait inseminasi buatan, perkembangan industri susu dari dulu sampai sekarang, dan juga kesehatan hewan seperti Pusvetma , BBPMSOH dan lainnya.

Lantai D3 terdapat Minicinema untuk menampilkan video dengan durasi panjang sedangkan Rooftop gedung D diisi dengan tanaman hias hasil penelitian dan pengembangan dari Balai Penelitian Tanaman Hias dengan view gunung salak.

TAGS : Museum Pertanian Jawa Barat Spot Foto




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :