Selasa, 23/07/2019 04:01 WIB

Tak Tahan Diserang Hoaks, Netanyahu Akhirnya Bersedia Tampil di TV

Netanyahu datang ke studio sesaat setelah pembawa acara menyajikan berita petang.

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu angkat puing pesawat milik Iran (Foto: AFP )

Tel Aviv, Jurnas.com – Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu akhirnya bersedia tampil di televisi, menyusul gelombang hoaks dari para lawan politiknya jelang pemilihan pada April mendatang.

Wawancara pada Sabtu malam dengan Channel 12 dilakukan tepat sebelum ia naik pesawat ke Washington, untuk bertemu dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, dan berpidato di knferensi tahunan Komite Urusan Publik Israel Amerika (AIPAC).

Dikutip dari Daily Mail pada Minggu (24/3), Netanyahu datang ke studio sesaat setelah pembawa acara menyajikan berita petang.

Netanyahu, yang berada di bawah ancaman dakwaan atas tuduhan korupsi yang terpisah, telah mendapat sorotan baru dalam beberapa hari terakhir atas kesepakatan kapal selam.

Lawan-lawan politiknya berulang kali menyatakan bahwa Netanyahu mungkin telah mendapat manfaat finansial dari kesepakatan tersebut, yang menurut Netanyahu tuduhan itu sepenuhnya salah.

“Saya harus menghancurkan gelombang kebohongan yang disebarkan oleh (Benny) Gantz, (Yair) Lapid, (Moshe) Yaalon, dan (Gabi) Ashkenazi,” kata Netanyahu tentang para pemimpin aliansi pemilihan umum Biru dan Putih.

Keempatnya mengatakan Netanyahu mungkin telah mendorong akuisisi kapal selam yang tidak perlu dari Thyssenkrupp Jerman, untuk meningkatkan saham perusahaan tempat ia memiliki saham.

Biru dan Putih juga mengklaim Netanyahu bisa melakukan pengkhianatan dengan mengizinkan Jerman menjual kapal selam Mesir, tanpa sepengetahuan kementerian pertahanan.

Jerman berkonsultasi dengan Israel sebelum penjualan tersebut karena hubungan antara kedua negara, media Israel melaporkan.

Netanyahu mengatakan ia menuntut lawannya atas pencemaran nama baik, dan tiba di studio televisi untuk membela diri.

“Ini perusahaan yang tidak ada hubungannya dengan kapal selam,” terang dia.

Sebelumnya, Netanyahu mengklaim perlakuan tidak adil dari media utama Israel, dan sebagian besar ia menahan diri dari wawancara di studio.

Dia malah menggunakan siaran internet "Likud TV" dan media sosial sebagai sarana untuk menyebarkan pesannya menjelang pemilihan umum 9 April.

TAGS : PM Israel Benjamin Netanyahu Kabar Hoaks




TERPOPULER :