Sabtu, 20/07/2019 10:38 WIB

Ekspor 5 Ton Kentang Garut, Kementan Tutup Impor Kentang Industri

Pemerintah mengapresiasi hasil kerja para petani Jawa Barat.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman saat melepas ekspor kentang di lapangan GOR Ciateul, Garut pada Kamis (21/3).

Garut, Jurnas.com – Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, mengapresiasi hasil kerja para petani Jawa Barat, dengan melepas ekspor secara langsung 5 ton kentang tahap awal dari target 2019 senilai Rp 340 miliar ke Singapura.

"Produksi pertanian kita terus membaik. Untuk jagung kita sudah bendung impor 3,5 juta ton, bahkan sudah ekspor di 2018 sebesar 850 ribu ton. Sekarang, kentang konsumsi kita mulai ekspor setelah kita setop impor di 2018. Nanti kita targetkan tutup impor kentang industri," kata Amran di lapangan GOR Ciateul, Garut pada Kamis (21/3).

Pada saat yang sama, Amran juga melepas dua komoditas lainnya yakni 19 ton manggis senilai Rp392 juta, dan barecore atau plywood 591,3 M3 dengan nilai Rp1,4 miliar tujuan Tiongkok.

Amran juga mengapresiasi para pelaku usaha di bidang agribisnis yang turut mendukung dan memberi nilai tambah bagi petani yang turut hadir, masing-masing PT. Alamanda Sejati Utama, PT. Sumber Jaya Manggis, dan PT. Bineatama Kayone Lestari.

Sebagai komoditas wajib lapor Karantina, sesuai dengan persyaratan mitra dagang, Amran menjamin jajarannya di Badan Karantina Pertanian (Barantan) akan lakukan tugasnya dengan baik. Barantan juga tengah gencar galakkan ekspor dengan memberikan bimbingan teknis pelaku agribisnis masuki pasar ekspor, Agro Gemilang.

"Program tersebut bertujuan untuk meningkatkan jumlah ekspor komoditas pertanian berbasis wilayah sekaligus menambah jumlah eksportir di sektor pertanian dari kalangan muda. Tidak saja sebagai trade facilitator, memperlancar perdagangan jajaran Barantan juga siap kawal petani," terang Amran.

Ditempa yang sama, Kepala Barantan Ali Jamil yang ikut hadir mendampingi kunker Mentan bertajuk Apresiasi dan Sinkronisasi Program Kementerian Pertanian 2019 ini menyampaikan, berdasarkan data dari sistem otomasi Barantan 2018 tercatat eksportasi komoditas kentang melalui sertifikasi di Karantina Bandung sebesar 1.000 ton dengan nilai ekonomi Rp20 miliar.

Sementara itu untuk ekspor manggis, dalam kurun waktu triwulan pertama 2019, terdata total 1.261,2 ton dengan nilai Rp17,6 miliar tujuan China, dan ekspor barecore total 926 kontainer dengan nilai Rp129,6 milyar dengan tujuan China dan Timur Tengah.

Jamil juga menyampaikan selama periode Januari-Maret 2019, ekspor sayuran tercatat sebanyak 293 ton, dengan frekuensi pengiriman sebanyak 372 kali, dan ekspor manggis sebanyak 833 ton dari total 1.586 ton atau sebesar 52.5 persen dari total ekspor manggis asal sertifikasi Karantina Bandung.

"Ekspor sayuran dan buah lainnya telah menyumbang devisa sekitar USD3 juta, dan melati sekitar USD1.5 juta selama kurun waktu 2018-2019," tambahnya.

Dalam sambutannya, Bupati Garut Rudy Gunawan mengapresiasi kinerja ekspor pangan selama Pemerintahan Jokowi-JK. Menurutnya, Rudi menyatakan sebagai bukti dari dampak inovasi pertanian yang dilakukan Kementan. Ia berharap pendampingan khususnya bagi para petani di Garut untuk memasuki pasar ekspor dapat terus digalakkan.

Selain melepas ekspor, Amran juga menyerahkan aplikasi i-MACE (Indonesian Maps of Agricultural Commodities Export) yang bertujuan untuk mendata laluluntas ekspor pertanian secara real time di Jawa Barat.

"Harapannya, ini dapat digunakan Pemerintah Daerah sebagai landasan kebijakan pengembangan komoditas unggulan. Ini program nyata untuk mendongkrak ekspor di seluruh Indonesia, termasuk dari kontributor ekspor terbesar, Provinsi Jawa Barat," tandas Amran.

TAGS : Kinerja Menteri Pertanian Kentang Garut Ekspor Pertanian




TERPOPULER :