Selasa, 21/05/2019 09:42 WIB

Selangkah Lagi Irak Selesaikan Kesepakatan Impor Gas Iran

Baghdad mengabaikan seruan Washington untuk mengakhiri impor gas alam dan listrik yang memenuhi sebagian besar kebutuhan energi Irak.

Selangkah lagi Irak akan menyelesaikan kesepakatan impor gas Iran (Foto: Tehran Time)

Teheran, Jurnas.com - Tinggal selangkah lagi Irak akan menyelesaikan kesepakatan untuk mengimpor energi Iran dengan cara menghindari dolar Amerika Serikat (AS).

"Delegasi besar datang dari bank sentral Iran dan gagasan itu diusulkan untuk berdagang dengan Iran dalam euro," kata penasihat khusus perdana menteri Irak, Abdulkarim Hashim Mustafa, dikutip Bloomberg.

"Ada ide lain untuk membayar dalam dinar Irak, atau dalam minyak," pejabat itu menambahkan.

Mustafa mengatakan, Baghdad mengabaikan seruan Washington untuk mengakhiri impor gas alam dan listrik Iran yang memenuhi sebagian besar kebutuhan energi Irak.

"Ini adalah sanksi Amerika dan kami memiliki hak untuk melindungi kepentingan nasional kami," kata Mustafa.

"Kami selalu memberi tahu mereka: kami bukan bagian dari kebijakan Anda di wilayah ini. Orang Amerika sangat menyadari hal ini - ini bukan berita baru bagi mereka," tambahnya.

Setelah Trump menarik diri dari kesepakatan nuklir Iran pada November, pemerintah AS dan sekutunya telah mengerahkan semua upaya mengisolasi Iran dan membuat negara Islam itu tunduk di bawah tekanan ekonomi.

Mengambil alih pasar energi Iran di wilayah tersebut telah menjadi agenda utama Trump untuk berhasil dalam rencananya.

Akibatnya, AS telah menawarkan kepada para pelanggan Iran tawaran gas yang menarik untuk memancing mereka menjauh dari Iran.

Untuk tujuan ini, AS bahkan telah mengumumkan akan menyediakan fasilitas untuk pembangunan kompleks LNG di Irak untuk memasok pembangkit listrik negara tersebut.

Tetapi pada Desember, Hayan Abdul Ghani, kepala South Gas Co. (SGC) yang dikelola pemerintah Irak, mengatakan kepada wartawan, Irak membutuhkan setidaknya dua tahun untuk meningkatkan produksi gas negara itu untuk berhenti mengimpor gas Iran yang digunakan untuk memberi makan pembangkit listriknya.

"Produksi gas Irak saat ini tidak cukup untuk memenuhi permintaan pembangkit listrik kami dan oleh karena itu kami masih mengimpor gas dari Iran. Kami membutuhkan setidaknya 24 bulan untuk mengoperasikan proyek gas baru dan memulai produksi," kata pejabat itu.

Sementara itu, Kementerian Perminyakan Iran, Perusahaan Gas Nasional Iran (NIGC) dan Bank Sentral Iran (CBI) sedang berupaya mencari cara untuk menerima pembayaran dari importir gas Iran selama sanksi. (Tehran Time)

TAGS : Sanksi Amerika Serikat Iran Irak Timur Tengah




TERPOPULER :