Kamis, 23/05/2019 17:44 WIB

Dikecam Negara Barat, Arab Saudi Cari Perlindungan ke Asia

Peneliti di S. Rajaratnam School of Internation Studies, Singapura, James M Dorsey, menyebutkan bahwa dengan cara itulah ia ingin membuktikan dirinya bukan paria Internasional.

Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman (Foto: Cliff Owen/Associated Press)

Jakarta, Jurnas.com - Tamasya yang dilakukan Putra Mahkota -decoration:none;color:red;">Arab Saudi, Pangeran Muhammed bin Salman dinilai cara untuk menunjukkkan kepada Barat bahwa dirinya masih memiliki sekutu di Asia.

Peneliti di S. Rajaratnam School of Internation Studies, Singapura, James M Dorsey, menyebutkan bahwa dengan cara itulah ia ingin membuktikan dirinya bukan paria Internasional.

"Dia ingin menunjukkan bahwa MBS sapaan putra mahkota -decoration:none;color:red;">Arab Saudi bukan paria internasional," ujar James dilansir dari AFP.

Sementara itu, Direktur Studi Timur Tengah di China Institute of International Studies, Lie Guofu, mengatakan, temuan pihak Turki atas keterlibatan Saudi dalam pembunuhan Jurnalis -decoration:none;color:red;">Jamal Khashoggi menimbulkan kemarahan di negara-negara Barat.

Hal itu akan membuat Negeri Petro Dolar akan semakin tertekan jika mengunjungi negara Barat yang mengecamnya. "Tidak melakukan kunjungan ke Barat, tidak berarti bahwa ia tidak dapat ke Timur," jelas Guofu.

Guofu menilai, dengan alasan itulah -decoration:none;color:red;">Arab Saudi menjadikan Asia Sebagai arah baru. "Asia ini punya karakter khas, tak suka ikut campur pada urusan internal negera lain," jelas Guofu.

Sebelumnya, MBS tiba di Pakistan pada Minggu (17/2). Setelah itu, ia akan bertandang ke India, bertemu Perdan Menteri Narendra Modi.

MBS diperkirakan akan mengakhiri perjalannya di Chinan pada Kamis dan Jumat. Sedianya, ia juga akan mengunjungi Indonesia dan Malysia pada Minggu dan Senin, tapi ditunda tanpa ada penjelasan.

TAGS : Jamal Khashoggi Arab Saudi Tamasya Asia -




TERPOPULER :