Sabtu, 23/02/2019 21:48 WIB

Revolusi Islam, Pesan Rouhani: Iran Tidak Tunduk Amerika Serikat

Pawai dimulai di lebih dari 1.000 kota dan 10.000 desa di seluruh Negeri Para Mullah. Dinginnya musim dingin, hujan dan salju tidak menjadi penghalang mereka mengikuti aksi tersebut.

Presiden Hasan Rouhani peringati 40 tahun Revolusi Islam Iran (Foto: Tehran Time/Mohammad Moheimany)

Tehran, Jurnas.com - Warga Iran berbondong-bondong turun ke jalan untuk merayakan peringatan 40 tahun Revolusi Islam Iran
Pawai 22 Bahman (11 Februari, Red) dimulai dengan slogan "Bangga dari Masa Lalu dan Harapan di masa depan".

Pawai dimulai di lebih dari 1.000 kota dan 10.000 desa di seluruh Negeri Para Mullah. Dinginnya musim dingin, hujan dan salju tidak menjadi penghalang mereka mengikuti aksi tersebut.

Pawai kali ini sekaligus menepis anggapan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump dan Penasihat Keamanan Nasional (AS), John Bolton bahwa Iran tidak akan memperingati lagi Revolusi Islam yang ke 40 tahun.

Itu  juga menjadi bukti dan ketegasan bahwa Iran tidak akan pernah tunduk di bawah sanksi ekonomi ilegal yang diberlakukan administrasi Trump yang melanggar kesepakatan nuklir internasional 2015, yang secara resmi dikenal sebagai Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA).

Warga dari semua lapisan masyarakat yang ikut dalam pawai mengibarkan bendera nasional untuk menunjukkan cinta mereka kepada negara meskipun kesulitan ekonomi diciptakan oleh sanksi.

Kepada para perwira Angkatan Udara pada hari Jumat, Pemimpin Revolusi Islam, Ayatollah Ali Khamenei mengatakan "Kematian bagi AS" bukanlah semboyan terhadap bangsa Amerika. Sebaliknya, Pemimpin bersikeras, itu adalah slogan melawan Trump, Bolton dan Mike Pompeo.

"Trump, Bolton dan Pompeo tidak melihat batas atas permusuhan mereka terhadap Iran. Mereka menggunakan kesempatan apa pun untuk menunjukkan rasa jijik mereka terhadap Iran. Kebencian Trump dan tim dekatnya terhadap Iran telah mengejutkan seluruh dunia," katanya.

DAlun-Alun Azadi (Lapangan Merdeka) di Tehran, Presiden Hassan Rouhani, mengatakan, partisipasi besar dalam demonstrasi tersebut berarti, "musuh tidak akan mencapai tujuan jahatnya dan bahwa revolusi akan melanjutkan jalannya seperti 40 tahun terakhir".

Merujuk pada sanksi dan tekanan ilegal terhadap Iran, Rouhani mengatakan partisipasi warga Iran dalam pawai, termasuk dalam megacity Teheran, menunjukkan bahwa "plot satu tahun musuh (melawan Iran) telah berakhir dengan kegagalan."

Rouhani mengatakan kepada bangsa Iran bahwa partisipasi mereka dalam aksi unjuk rasa atas seruan Pemimpin Revolusi Islam adalah "respon yang tepat dan tegas untuk tuntutan yang sangat tinggi dari orang asing dan simpatisan Iran."

Ia mencatat bahwa bangsa Iran membuktikan bahwa mereka tidak akan berkompromi pada kemerdekaan dan martabat mereka.

"Anda orang-orang pemberani membuktikan bahwa Anda tidak berkompromi dan tidak akan berkompromi pada independensi dan martabat Anda dalam keadaan apa pun, sambil tidak melepaskan cita-cita revolusioner Anda yang agung, yang mana Anda telah mengorbankan anggota keluarga terkasih Anda," kata Rouhani dalam pesannya .

"Saya akan tunduk pada kebesaran bangsa kita yang terkasih," sambungnya. (Tehran Time)

TAGS : Revolusi Islam Iran Amerika Serikat Kesepakatan Nuklir




TERPOPULER :