Minggu, 21/07/2019 19:39 WIB

Film "11:11 Apa Yang Kau Lihat" Hadirkan Horor Yang Berbeda

Film bergenre horor berjudul

Para pemain film II:11 saat di lokasi syuting. (Foto : Jurnas/Ist).

Jakarta, Jurnas.com- Sebuah film bergenre horor yang menegangkan dan di isi oleh pemain-pemain muda dan fresh berjudul “11:11 Apa Yang Kau Lihat ?” akan membuat penonton terbawa dalam suasana tegang, santai sekaligus menyenangkan. Eksekutif Produser Fitrin Hapsarin Sukainah dan Kei Ratnasari bersama sutradara Andi Manopo memberikan film horor berkwalitas dengan cerita yang akan membawa penonton untuk ikut terbawa di dalamnya.

Para pemain muda seperti Rendy Kejaenet, Twindy Rarasati, Bayu Anggara, Fauzan Smith, Toriq, Lady Nayoan, Iin Hermayani dan beberapa bintang lainnya dipercaya rumah produksi Layar Production dan Cinema Delapan berperan di film yang akan tayang di seluruh bioskop Tanah Air pada 21 Februari mendatang ini. Alfani Wiryawan selaku Produser Cinema Delapan rela menginap di tenda selama suting di tengah pulau terpencil yang diambil di Bali, Lampung dan Jakarta.

“Kami horor yang beda. Walaupun bergenre horor, tidak menghadirkan hantu pada umumnya seperti Pocong, Kuntilanak, atau Gondoruwo. Tapi, kita menghadirkan hantu yang tidak kalah seremnya, yaitu: Siluman Laut. Ini tentunya belum pernah ada dihadirkan dalam film horor Indonesia,” terang Alfani pada awak media disela acara premier, Senin (11/2/2019) di XXI Senayan City-Jakarta.

"Tentu kami tak hanya menjual kisah horor siluman dalam laut dalam film ini. Kelebihan film ini lainnya, mata penonton juga kami manjakan dengan panorama alam Indonesia, khususnya yang ada di Lampung," tambah Executive Producer Layar Production Fitrin Hapsari.

Selama proses syuting di Lampung dan Bali, produser, pemain dan kru pun merasakan sesuatu yang berbeda.

"Jadi teror siluman dalam film 11:11 Apa Yang Kau Lihat? tidak hanya akan terjadi dalam bioskop, saat penonton menyaksikannya. Kami pun dilokasi suting nyata-nyata diteror dengan kesurupanya Iin Hermayani pemeran siluman," jelas Co Executive Produser Kei Ratnasari.

Film ini diawali dengan cerita, tepat pukul 11:11, Galih, seorang mahasiswa arkeologi yang suka diving dan fotografi, menemukan fakta mengenai keberadaan Dewi, ibunya. Dewi hilang saat Galih masih kecil, di sebuah pulau terpencil bernama Tanjung Biru. Galih melakukan perjalanan menuju tempat tersebut bersama ketiga temannya, yaitu Ozan, Vania, dan Martin.

Setelah melalui perjalanan panjang mereka sampai di sebuah Villa di pulau Tanjung Biru. Saat menyelam itulah, mereka menemukan sebuah kapal yang karam di dasar laut. Dalam kapal, mereka menemukan sebuah artifak kuno yang menjadi petunjuk untuk mencari ibu Galih, namun artifak tersebut juga membawa bencana kepada mereka. Untuk lengkapnya, sudah pasti akan menarik ketika menyaksikan langsung.

TAGS : Kabar Artis Film Horor Kei Ratnasari




TERPOPULER :