Minggu, 25/08/2019 01:43 WIB

Peneliti LIPI Pertanyakan Kejelasan Permenristekdikti 55/2018

Menurut Zuhro, Permen 55/2018 disebutkan soal pembinaan kepada mahasiswa. Namun belum dijelaskan lebih lanjut apa variabel pembinaan tersebut.

Peneliti senior LIPI Siti Zuhro

Jakarta, Jurnas.com – Peneliti senior Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Siti Zuhro mempertanyakan kejelasan Peraturan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Permenristekdikti) Nomor 55 Tahun 2018 tentang Pembinaan Ideologi Bangsa.

Menurut Zuhro, Permen 55/2018 disebutkan soal pembinaan kepada mahasiswa. Namun belum dijelaskan lebih lanjut apa variabel pembinaan tersebut.

“Aku bilang apa variabelnya? Aku sudah panjang lebar membahas ini tapi kok gak ketemu ya di sini. Saya sendiri baca detail, tidak muncul,” ujar Zuhro kepada awak media usia kegiatan Jalan Sehat dan Dialog Interaktif Permenristekdikti 55/2018 di Jakarta pada Selasa (5/2).

Selain itu, lanjut Zuhro, Permenristekdikti juga tidak memberikan penjabaran mengenai bentuk kolaborasi antar organisasi kemahasiswaan pemuda (OKP) atau organisasi ekstra mahasiswa, juga evaluasi yang akan diterapkan nantinya.

“Apa yang dijadikan indikatornya sehingga dalam satu semester mulai bisa dilihat ada perubahan before dan after. Itu yang belum saya lihat,” jelas dia.

Dalam kesempatan yang sama, Menristekdikti Mohamad Nasir mengatakan, lewat Permen 55/2018, anggota OKP bisa menyampaikan gagasan kebangsaannya lewat Unit Kegiatan Mahasiswa Pembinaan Ideologi Bangsa (UKM PIB). Kendati demikian komisariat OKP tetap tidak boleh berdiri di dalam kampus.

“Apakah semua komisariat akan (berdiri) di kampus? Tidak. Yang kami buka, ada satu organisasi yang dibentuk rektor, yang keanggotaannya dari mahasiswa ekstra,” tegas Nasir dalam acara yang dihadiri Kelompok Cipayung tersebut.

“Anggotanya ada dari HMI, PMII, GMKI, GMNI, PMKRI, dan organisasi mahasiswa lainnya yang memungkinkan bisa masuk,” imbuhnya.

Nasir menjelaskan, kegiatan UKM PIB nantinya akan difokuskan pada sosialisasi empat pilar, yakni NKRI, Pancasila, UUD 1945, dan Bhineka Tunggal Ika.

TAGS : Permen 55/2018 Mohamad Nasir Siti Zuhro




TERPOPULER :