Kamis, 21/03/2019 19:06 WIB

Ini Alasan Angka Kemiskinan Gorontalo Turun Drastis

Salah satunya alasanya adalah berkat program Kementerian Pertanian (Kementan) melalui jagung yang meliputi bantuan bibit unggul dan pupuk turun tepat waktu serta adanya jaminan harga di tingkat petani.

Gubernur Gorontalo, Rusli Habibie bersama Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menjadi nara sumber dalam Forum Merdeka Barat 9 (FMB 9) dengan tema

Gorontalo, jurnas.com – Angka kemiskinan di Gorontalo menurun secara drastis. Salah satunya alasanya adalah berkat program Kementerian Pertanian (Kementan) melalui jagung yang meliputi bantuan bibit unggul dan pupuk turun tepat waktu serta adanya jaminan harga di tingkat petani.

Begitu kata Gubernur Gorontalo, Rusli Habibie, selaku salah satu nara sumber dalam Forum Merdeka Barat 9 (FMB 9) dengan tema "Pembangunan SDM dan Sektor Pertanian di Gorontalo", di Aula Rumah Jabatan Gubernur Gorontalo, Rabu (30/1).

"Saaat saya dilantik, pada 2012, angka kemiskinan di Gorontalo masih 20 persen. Hingga akhirnya kami menggratiskan pendidikan dan kesehatan. Kami juga melakukan pembangunan infrastruktur, dan menggagas ekonomi kerakyatan, termasuk di dalamnya pertanian dan peternakan," ungkap Rusli.

Terkait sektor pertanian, Rusli mengakui, sebelumnya kondisi petani jagung sangat "memalukan". Termasuk di antaranya benih kurang bagus atau pupuknya tidak ada.

Namun setelah dilakukan perbaikan, seperti pemilihan benih dan pupuk, akhirnya Gorontalo mampu mengekspor jagung hingga sebanyak 113 ribu ton. Pasokan yang pun mendapat dukungan dari pemerintah, yaitu dengan penetapan standar harga jagung, yang tidak boleh kurang dari Rp3.100.

"Kebijakan Mentan itu muncul karena ada kondisi di mana ketika musim jagung panen, harga jagung turun, paling tinggi Rp1.500. Kemudian saya minta tolong ke Pak Menteri. Akhirnya Pak Menteri membuat standar harga harga jagung tidak boleh di bawah Rp3.150 per kilogram. Ketika harga di bawah ini, Bulog harus turun membelinya dengan harga Rp 3.150 per kilogram," jelasnya.

Berdasarkan Badan Pusat Statistik (PBS) 2018 angka kemiskinan di Gorontalo menurun hingga 0,98 poin, yakni menjadi 15,83 persen atau 188,30 ribu jiwa. Padahal pada Maret 2018, angka kemiskinan masih tercatat di 16.81 persen atau sebanyak 198,51 ribu jiwa.

Penurunan jumlah penduduk miskin dalam kurun Maret 2018—September 2018 tercatat terjadi baik di perkotaan maupun pedesaan. Namun dari angka yang diperoleh juga tampak bahwa penurunan kemiskinan di perkotaan jauh lebih banyak ketimbang di pedesaan.

Menururur Rusli, selain kinerja sektor pertanian, aksi nyata lainnya untuk menekan kemiskinan adalah dengan menggelar pasar murah.

"Kita alokasikan anggaran untuk pasar murah. Ini sejalan dengan perintah Presiden agar negara hadir di tengah-tengah rakyat. Oleh karena itu, setiap hadir di tengah rakyat, kita ada oleh-oleh untuk rakyat yaitu adalah pasar murah. Akhirnya kemiskinan pun turun," tuturnya.

TAGS : Angka Kemiskinan Program Jagung Kementerian Pertanian




TERPOPULER :