Selasa, 10/12/2019 03:21 WIB

Tepung Kelapa Gorontalo Melapak di Uni Eropa

Potensi dan peluang ekspor kelapa dan olahannya di Gorontalo masih sangat besar

Tampak dua orang sedang menurunkan kelapa dari gerobak (Foto: Ist)

Gorontalo - Olahan kelapa Gorontalo, khususnya tepung kelapa ternyata sudah melanglang buana di Uni Eropa, Asia dan Afrika. Begitu kata Manager Produksi PT. Royal Coconut, Marwan Djepah di Ombula, Limboto Barat, Sulawesi Utara, Selasa (29/1).

"Ya, semua produksi kita berasal dari kelapa pertani yang diolah jadi tepung kelapa lalu diekspor ke Uni Eropa, Asia dan Afrika,"  terang Marwan kepada awak media sambil menunjukkan dua bungkus tepung kelapa.

Menurut Marwan, potensi dan peluang ekspor kelapa dan olahannya di Gorontalo masih sangat besar. Apalagi mendapat dukungan dari pemerintah berupa dikeluarkannya kebijakan untuk mempermudah pengurusan perizinan.

"Kalau potensi Gorontalo sangat besar. Kami sampai investasi untuk membuat pabrik baru. Jadi Insyaallah tahun ini bisa beroperasi kalau sekarang antara 150 hingga 200 ton per hari, nanti bisa 200 hingga lebih ton per hari," katanya.

Dinas Pertanian Gorontalo, Muljady Mario, mengatakan, perkebunan khususnya komoditi kelapa di provinsi gorontalo mencapai 71.524 hektare dengan jumlah tanaman menghasilkan seluas 47.822 ha atau 4.782.200 pohon dengan produksi ratat-rata 120 butir per pohon per tahun.

Ia menjelaskan bahwa permintaan pabrik tepung kelapa saat ini kapasitas terpasang 174.000.000 butir per tahun dengan rincinan PT. Tri jaya Tangguh Tangkobu kapasitas 380 ton per hari atau 380.000 butir diolah menjadi tepung kelapa menghasilkan 46 ton per hari.

Selain tepung kelapa, terang Muljady, minuman segar diproduksi lokalan dengan nilai harga untuk ukuran 250 mil senilai Rp7000 dengan kapasitas produksi 2.250.000 ton per tahun, dan santan cair kemasan 200 mil dengan kapasitas produksi 6000 ton per tahun.

Untuk PT. Royal coconut desa Ombulo kapasitas bahan baku 200 ton per hari atau 200.000 butir per hari diolah menjadi tepung kelapa menghasilkan 24 ton per hari

Selain itu, PT. Royal Coconut telah merencanakan pengembangan produksi berupa santan beku dan santan cair dengan kapasitas produksi bahan baku 240 ton per hari dengan hasil olahan santan cair 60 ton per hari.

Ekspor tepung kelapa di tahun 2018 untuk PT. Royal Coconut sebesar 4.412 ton dan pt trijaya tangguh sebesar 6.070,5 ton. Kemudian target tahun 2019 ekspor tepung kelapa PT. Royal Coconut sebesar 3.744 ton dan PT. Trijaya Tangguh sebesar 4.416 ton.

 

 

TAGS : Tepung Kelapa Gorontalo Uni Eropa




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :