Sabtu, 23/03/2019 22:15 WIB

Para Punggawa Arab Bahas Perdagangan Bebas

Pertemuan ekonomi, yang merupakan awal dari KTT Liga Arab yang sedianya akan dilaksanan di Tunisia pada Maret, telah dibayangi keretakan politik di antara para kepala negara Arab.

Sheikh Tamim bertemu dengan Presiden Lebanon Aoun di KTT Pembangunan Ekonomi dan Sosial Arab di Beirut (Foto: Mohamed Azakir/Reuters)

Lebanon - KTT Pembangunan Ekonomi dan Sosial Arab telah dimulai di ibukota Lebanon, Beirut tak lama setelah kedatangan Emir Qatar, Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani di Bandara Rafic al Hariri.

Pertemuan ekonomi, yang merupakan awal dari KTT Liga Arab yang sedianya akan dilaksanan di Tunisia pada Maret, telah dibayangi keretakan politik di antara para kepala negara Arab.

Ke-20 negara yang menghadiri KTT pada Minggu akan membuat pernyataan bersama tentang agenda 29 item yang berkisar dari diskusi tentang zona perdagangan bebas Arab dan dampak ekonomi pengungsi Suriah di negara-negara tuan rumah.

Selain kepala negara Qatar, hanya Presiden Mauritania Mohamed Ould Abdel Aziz yang bergabung dengan Presiden Libanon, Michel Aoun pada pertemuan puncak resmi itu. Negara lain hanya mengirim perdana menteri dan menteri luar negeri sebagai wakil pertemuan tersebut.

KTT itu telah dinodai perpecahan di antara politisi Lebanon dan para pemimpin regional setelah memasukkan kembali nama Suriah ke Liga Arab dan soal status pengungsi Suriah di negara-negara tuan rumah.

Meskipun memiliki profil yang lebih rendah dari KTT Liga Arab, pertemuan tersebut telah menarik kepala negara pada tahun-tahun sebelumnya sejak diluncurkan pada tahun 2009.

Tetapi setelah Libya memutuskan memboikot KTT setelah insiden yang melihat anggota partai Amal, sekutu Hezbollah yang didukung Iran, merobohkan dan membakar benderanya di dekat tempat pertemuan puncak pekan lalu, kehadiran para pemimpin mulai mengalir.

Amal, sebuah kelompok Syiah, menentang Libanon yang memiliki hubungan dengan Libya karena hilangnya Imam Musa Sadr, pendiri gerakan itu, selama kunjungan resmi ke negara itu pada tahun 1978, kemudian di bawah kekuasaan Muammar Gaddafi.

TAGS : Liga Arab Negara Teluk Timur Tengah Suriah




TERPOPULER :