Rabu, 19/06/2019 18:10 WIB

Duterte Sebut Para Uskup Anak Pelacur

Duterte tidak menyebutkan alasan secara spesifik ihwal kritiknya terhadap gereja pada Kamis (10/1) waktu setempat, yang juga menuding sebagian besar uskup adalah homoseksual.

Presiden Filipina, Duterte

Manila - Presiden Filipina, Rodrigo Duterte, mengecam para uskup di negara mayoritas Katolik itu sebagai anak-anak pelacur. Umpatan itu disampaikan karena geram terhadap gereja yang mengkritiknya atas perang berdarahnya terhadap narkoba.

"Hanya aku yang bisa mengatakan bahwa para uskup adalah anak-anak pelacur, sial. Itu benar," kata Duterte dalam pidatonya saat upacara peletakan batu pertama sekolah di utara ibukota, Manila, seperti dilansir Jurnas.com dari Reuters.

Meski begitu, Duterte tidak menyebutkan alasan secara spesifik ihwal kritiknya terhadap gereja pada Kamis (10/1) waktu setempat, yang juga menuding sebagian besar uskup adalah homoseksual.

"Kebanyakan dari mereka adalah gay. Mereka harus keluar di tempat terbuka, membatalkan selibat (memilih hidup tanpa menikah,Red) dan memilih untuk memiliki pacar," samungnya.

Duterte, yang meluncurkan kampanyenya melawan narkoba saat menjabat pada pertengahan 2016 juga mengaku di awal masa kepresidenannya pernah dilecehkan secara seksual seorang pendeta saat masih kecil.

Dalam pidato-pidato sebelumnya, Duterte menyebut Tuhan "bodoh" dan menggambarkan sebagai "konyol" doktrin Tritunggal Mahakudus.

Francis Lucas, seorang pejabat pada Konferensi Waligereja Filipina, menyerukan kepekaan. "Kita harus lebih peka terhadap kepekaan dan kepekaan orang lain karena rasa hormat," kata Lucas.

Tindakan keras presiden terhadap narkoba tetap mendapatkan banyak dukungan, tetapi beberapa pihak gereja menjadi semakin vokal tentang pembunuhan itu. Mereka menyerukan keadilan dan tawaran perlindungan bagi para pengguna narkoba.

Sejak kampanye itu diluncurkan, sekitar 5.000 orang tewas dalam operasi anti-narkoba polisi dalam upaya anti-narkoba Duterte.

Polisi menolak tuduhan bahwa pembunuhan itu dilakukan secara eksekusi, dengan mengatakan penjual dan pengguna narkoba terbunuh dalam baku tembak, dan polisi bertindak membela diri.

Sekedar diketahui, sekitar 80 persen dari lebih dari 100 juta orang di Filipina adalah Katolik Roma.

TAGS : Presiden Filipina Perang Narkoba Rodrigo Duterte




TERPOPULER :