Rabu, 26/06/2019 11:09 WIB

Anti Korupsi Arab Saudi Rusak Industri Jet Pribadi Kerajaan

Pengguna enggan untuk menerbangkan pesawat karena khawatir ada anggapan pamer kekayaan yang mungkin dianggap sebagai ejekan pemerintah atas kampanye anti-korupsi.

Puluhan jet tetap mendarat setelah tindakan keras terhadap korupsi di kerajaan (Foto: Stephen Brashear/AFP)

Riyadh - Tindakan keras terhadap korupsi di Arab Saudi merusak industri jet pribadi kerajaan.  Lusinan pesawat, yang dimiliki perorangan dan perusahaan yang bernilai ratusan juta dolar, terdampar di bandara di seluruh kerajaan termasuk Riyadh dan Jeddah.

Empat orang yang akrab dengan masalah tersebut mengatakan kepada kantor berita Reuters,  Beberapa diserahkan kepada negara untuk tahap penyelesaian setelah kampanye itu diluncurkan akhir 2017, saat puluhan pangeran, pengusaha dan pejabat pemerintah ditahan.

Dua sumber mengatakan, pemilik jet lainnya dilarang melakukan bepergian atau enggan untuk menerbangkan pesawat karena khawatir ada anggapan pamer kekayaan yang mungkin dianggap sebagai ejekan pemerintah atas kampanye anti-korupsi.

Jurnas.com melansir dari dari Reuters, kantor media pemerintah Arab Saudi hingga kini belum menanggapi permintaan untuk mengomentari kasus tersebut.

Otoritas Umum Penerbangan Sipil mengatakan pertanyaan tentang dampak gerakan anti-korupsi pada industri jet pribadi berada di luar mandatnya, menambahkan bahwa hubungannya dengan penerbangan swasta mencakup operasi, keselamatan dan peraturan.

Dampak penumpasan terhadap komunitas bisnis dan perusahaan swasta, yang sudah terhuyung-huyung dari harga minyak yang rendah dan kepercayaan konsumen yang melemah, telah menghancurkan kepercayaan investor.

"Pesawat idle, yang diperkirakan  mencapai sekitar 70, termasuk pesawat Bombardier dan Gulfstream," kata sumber itu.

"Ada juga pesawat Airbus dan Boeing yang lebih besar yang lebih sering dikaitkan dengan maskapai komersial tetapi sering digunakan di Timur Tengah sebagai jet pribadi," sambungnya.

Boeing 737 MAX atau Airbus A320neo diperkirakan harganya  mencapai USD130 juta, meskipun biaya akhirnya tergantung fasilita dan teknologi yang dimilikinya. "Fasilitas biasanya mencakup kamar tidur pribadi, ruang rapat, dan bahkan peralatan olahraga," jelansya.

Jumlah jet pribadi yang terdaftar di Arab Saudi sekitar 129 pada Desember 2018 dibandingkan dengan 136 tahun sebelumnya, menurut data FlightAscend Consultancy.

Jet pribadi menawarkan fleksibilitas kepada pengguna karena, tidak seperti pesawat komersial, mereka tidak dibatasi oleh slot waktu kedatangan dan keberangkatan. Mereka juga memungkinkan pengguna melakukan perjalanan lebih hati-hati.

TAGS : Arab Saudi Perang Korupsi Jet Pribadi




TERPOPULER :