Rabu, 20/03/2019 15:59 WIB

Israel Provokasi Umat Muslim di Masjid al-Aqsa

Menlu Qatar dan jubir Kemlu Yordania mengecam pelanggaran yang dilakukan secara berulang-ulang oleh Israel terhadap Masjid al-Aqsa

Bendera Israel berkibar di depan Kubah masjid Shakhrah dan kota Yerusalem (AFP/Thomas Coex)

Doha - Juru bicara Kementerian Luar Negeri Yordania, Majid al-Qarternah, mengecam pelanggaran yang dilakukan secara berulang-ulang oleh Israel terhadap Masjid al-Aqsa.

Jurnas.com melansir dari Anadolu, Qarternah, mengatakan, tindakan Israel itu adalah upaya untuk meprovokasi umat Muslim. Ia menulis pernyataan kecaman pasca Menteri Pertanian Israel, Uri Ariel bersama warga Yahudi fanatik memaksa memasuki Masjid al-Aqsa.

Qarternah menekankan, pelanggaran Israel tersebut merupakan tindakan memancing emosi umat Islam di dunia. Ia juga menyerukan pemerintah Israel bertanggung jawab atas keselamatan Masjid al-Aqsa, menuntut Israel segera menghentikan tindakan provokasi tersebut.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Qatar, Sheikh Muhammed bin Abdurrahman Al Thani, meminta komunitas internasional untuk mengecam dan menyerukan Israel mengakhiri tindakan berdosa dan melawan hukum terhadap Masjid Al-Aqsa.

"Kami mengutuk pelanggaran yang meningkatkan ketegangan di Yerusalem, wilayah pendudukan Israel," kata Al Thani lewat akun Twitter-nya.

Pada Senin pagi kemarin, Menteri Pertanian Israel, Uri Ariel bersama 104 Yahudi fanatik lainnya menyerbu Masjid Al-Aqsa di bawah perlindungan polisi Israel.

Israel Secara resmi mencaplok seluruh kota pada 1980, mengklaimnya sebagai ibu kota dalam langkah yang tidak pernah diakui oleh masyarakat internasional.

Pada akhir 2015, Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu melarang menteri dan anggota parlemen memasuki kompleks al-Aqsa untuk menenangkan ketegangan di Tepi Barat yang diduduki Israel, menyusul serangan  berulang yang dilakukan pemukim Yahudi di situs tersebut.

Namun pada Juni, Netanyahu mencabut larangan tersebut, yang kemudian memungkinkan anggota Knesset (parlemen Israel) untuk mengunjungi kompleks tersebut setiap tiga bulan sekali.

TAGS : Israel Teroris Negara Teluk Timur Tengah




TERPOPULER :