Senin, 22/07/2019 16:42 WIB

Jumlah Jurnalis Tewas 94 Per 2018

Asosiasi yang berbasis di Brussels itu mengatakan 84 wartawan, juru kamera, mitra lokal (fixer) dan teknisi tewas dalam pembunuhan yang ditargetkan, serangan bom dan insiden baku tembak.

Ilustrasi jurnalis

Brussels - Federasi Wartawan Internasional (IFJ), melaporkan, sekitar 94 jurnalis dan staf media terbunuh saat saat bertugas per 2018. Korban di antaranya pria dan perempuan.

Laporan yang dirilis pada Senin (30/12), asosiasi yang berbasis di Brussels itu mengatakan 84 wartawan, juru kamera, mitra lokal (fixer) dan teknisi tewas dalam pembunuhan yang ditargetkan, serangan bom dan insiden baku tembak.

Sepuluh anggota staf media lainnya tewas saat bekerja sebagai pengemudi, petugas penjaga dan asisten penjualan. Enam di antaranya adalah wanita.

IFJ mengatakan, jumlah ini mengalami sedikit peningkatan dari yang tercatat pada 2017, yaitu sebanyak 82 pembunuhan, dan membalikkan tren penurunan dari tiga tahun terakhir.

Laporan itu juga menyoroti pembunuhan kolumnis Washington Post dan warga negara Saudi, Jamal Khashoggi, di konsulat Saudi Istanbul pada 2 Oktober.

Dilansir dari Anadolu, Philippe Leruth, Presiden IFJ, menyampaikan keprihatinannya atas pelanggaran terhadap wartawan.

"Sekali lagi, IFJ meminta negara-negara anggota PBB untuk menerapkan Konvensi tentang Keamanan dan Perlindungan Jurnalis yang dipresentasikan oleh IFJ kepada para misi diplomatik di markas PBB New York Oktober lalu," tegasnya.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal IFJ, Anthony Bellanger, mengatakan, angka-angka dalam daftar ini adalah pengingat yang menyedihkan bahwa keselamatan jurnalis akan tetap sulit dipahami selama negara-negara yang seharusnya menegakkan hukum lumpuh oleh korupsi dan ketidakmampuan dalam menghadapi serangan tanpa henti terhadap jurnalisme.

Di negara-negara seperti Afghanistan, Suriah dan Yaman, konflik bersenjata dan kekerasan militan menewaskan sebagian besar wartawan, sementara ada sedikit penurunan kekerasan terhadap jurnalis di Irak tahun lalu sejak kelompok-kelompok bersenjata kehilangan tempat di negara itu.

India, Pakistan dan Filipina mencatat adanya intoleransi terhadap pelaporan independen sepanjang tahun, sementara sejumlah kejahatan terorganisir terhadap jurnalis terjadi di Meksiko.

Data IFJ tahun 2018 menunjukkan bahwa Asia Pasifik memiliki catatan pembunuhan jurnalis tertinggi dengan 32 kasus, diikuti oleh Amerika dengan 27.

Timur Tengah dan Arab mencatat 20 kasus pembunuhan dan Afrika melaporkan 11 kasus. Sementara itu, Eropa mencatat angka paling sedikit dengan 4 kasus pembunuhan.

TAGS : Timur Tengah Pembunuhan Wartawan




TERPOPULER :