Rabu, 19/12/2018 11:31 WIB

Santri Ikut Kegiatan Internasional Masih Minim

Peningkatan jumlah santri tanah air ternyata tak diiringi dengan meningkatnya keinginan para santri untuk terus mengasah diri hingga level internasional

Scholarship Talk dengan tema ÔÇťAlumni Gontor Berbagi Cerita

Bogor - Peningkatan jumlah santri tanah air ternyata tak diiringi dengan meningkatnya keinginan para santri untuk terus mengasah diri hingga level internasional. Sehingga santri yang diidentikkan dengan sarung dan kitab kuning terus melekat dalam diri seorang santri.

Hal itu disampaikan Ahmad Muslih Rizal Maulana yang menerima beasiswa Doctor dari Kementerian Agama dalam acara Scholarship Talk dengan tema “Alumni Gontor Berbagi Cerita" yang diselenggarakan Prime Foundation di Ruang Sidang Wisma DPR RI, Bogor. Acara ini diikuti oleh ratusan santri dan santriwati dari beberapa Pondok di Jabodetabek.

Menurut Maulana dengan kemampuan khususnya bahasa asing yang dimiliki oleh santri tentu bisa menjadi modal berharga untuk dapat melanjutkan pendidikan hingga ke level internasional. Padahal saat ini banyak beasiswa yang disediakan pemerintah, tak terkecuali untuk para santri.

“Saya menyayangkan jarang sekali santri yang aktif dan giat mengikuti kegiatan internasional baik di dalam maupun luar negeri, padahal kita punya banyak kesempatan untuk bisa aktif terlebih kita punya modal Bahasa Arab yang dapat melengkapi Bahasa Inggris yang dibutuhkan saat ini. Sehingga sebelum nanti memburu beasiswa, kita sudah punya modal serta pengalaman yang banyak dalam ,” tegas alumni Universitas London di bidang linguistics ini.

Maulana mengatakan bahwa untuk mendapatkan beasiswa bukan hanya tekad yang dibutuhkan namun juga persiapan yang matang.

“Untuk mendapatkan beasiswa terlebih dahulu kita harus lolos IELTS atau TOEFL, namun itu semua tidak mudah. Pertama kali mencoba saya tidak langsung lolos, maka mumpung masih SMA saya anjurkan kepada adek-adek santri ayo persiapkan mau ke negara mana dan apa syaratnya,” kata alumni Universitas Vrije jurusan Hubungan Interreligious ini.

Di akhir, Ahmad Luqman Hakim penerima beasiswa Pendidikan 5000 Doktor dari Kementrian Agama memaparkan bahwa penerima beasiswa adalah mereka yang pantang menyerah dengan kegagalan.

“Adik-adik santri perlu dipahami mempersiapkan tes, aktif dalam kegiatan internasional saja belum tentu dapat menerima beasiswa, karena bisa butuh perjuangan yang kuat. Bisa saja setelah mencoba lebih dari lima kali dipercobaan ke-enam baru adik-adik menerima beasiswa," papar Mahasiswa yang telah menyelesaikan pendidikan masternya dalam Pembelajaran Bahasa Arab di Universitas Mohammed V de Rabat.

"Lantas saya tegaskan bahwa kesuksesan dalam mengejar beasiswa adalah akumulasi dari kegagalan dan pengalaman untuk terus mencoba,” tambahnya.

Seminar tentang Scholarship Talk ini menjadi puncak acara dalam rangkaian Musyawarah Nasional Prime Foundation yang dilaksanakan di Puncak Bogor sejak 17 November sampai 21 November 2018.

TAGS : Beasiswa Santri Level Internasional




TERPOPULER :