Jum'at, 14/12/2018 06:54 WIB

Iran Tuntut Uni Eropa Jaga Integritas

Bagaimana pun Iran khawatir sanksi yang diterapkan AS sebagai konsekuensi dari penarikan, dapat mengganggu perdagangan dengan Uni Eropa.

Juru Bicara Menteri Luar Negeri Iran (Menlu Ir), Bahram Qasemi (Foto: Pars Today)

Teheran – Iran menuntut Uni Eropa tetap menjaga integritas terkait kesepakatan nuklir 2015, pasca penarikan Amerika Serikat (AS) pada Mei lalu.

Bagaimana pun Iran khawatir sanksi yang diterapkan AS sebagai konsekuensi dari penarikan, dapat mengganggu perdagangan dengan Uni Eropa.

“Ada beberapa ambiguitas tentang implementasi Uni Eropa untuk melindungi perdagangan dengan Iran dari sanksi Amerika,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Bahrem Qasemi.

“Tapi kami tetap berharap bahwa Eropa dapat menyelamatkan kesepakatan,” ujarnya dilansir dari Reuters pada Senin (19/11).

Sebelumnya, sanksi AS menargetkan sektor minyak, perbankan, dan transportasi Iran. Namun Uni Eropa kemudian mendirikan Special Purpose Vehicle (SPV) untuk perdagangan non-dolar dengan Iran.

SPV dipahami sebagai clearing house yang digunakan untuk membantu mencocokkan ekspor minyak dan gas Iran dengan barang-barang Uni Eropa, di mana sanksi AS melarang penggunaan dolar untuk penjualan minyak Iran.

Kendati sudah didirikan, belum ada negara yang menawarkan jadi tuan rumah SPV. Demikian keterangan enam diplomat pekan lalu.

“Kami harap Uni Eropa menerapkan SPV sesegera mungkin. Iran menganut komitmennya selama penandatanganan lain menghormati mereka,” tegas Qasemi.

TAGS : Iran Kesepakatan Nuklir Uni Eropa




TERPOPULER :