Senin, 15/10/2018 19:27 WIB

Kemnaker Gandeng Tahir Foundation Tingkatkan PMI

Pelatihan ini dilakukan melalui pelatihan di (BLK) dan program pemagangan dengan menggandeng dunia industri

Kemnaker

Jakarta - Kementerian Ketenagakerjaan dan Tahir Foundation Mengajak bekerja sama meningkatkan pekerja migran Indonesia (PMI) di bidang tenaga kerja global terus meningkat. Dengan adanya UU ini, Kemnaker menargetkan 5.000 PMI akan dapat digunakan untuk pelatihan 5 tahun ke depan.

"Tujuan kerja sama ini untuk menghasilkan pekerjaan yang kompeten dan berdaya saing, melalui proyek percontohan peningkatan tenaga dan penempatan Calon Pekerja Migran Indonesia," ujar Menteri Ketenagakerjaan M. Hanif Dhakiri usai menyaksikan penech kerja sama (PKS) antara Kemnaker dan Tahir Foundation, di Kantor Kemnaker, Jakarta , Rabu (3/10/2018).

Penempatanan PKS antara Kementerian Ketenagakerjaan yang diwakili oleh Bambang Satrio Lelono (Dirjen Bina Lattas) dan Maruli A. Hasoloan (Dirjen Binapenta dan PKK) dengan Dato Sri Tahir (Ketua Tahir Foundation)

Kerja sama ini merupakan tindak lanjut penandatanganan Nota Kesepahaman antara Kementerian Ketenagakerjaan dengan Tahir Foundation Nomor: 2 / NK / MEN / II / 2018 dan Nomor: 002 / TF / MOU / II / 2018 tanggal 8 Februari 2018.

Menaker Hanif mengatakan bahwa pelatihan ini dilakukan melalui pelatihan di (BLK) dan program pemagangan dengan menggandeng dunia industri. Substansi PKS meningkatkan pelatihan, sertifikasi, dan memfasilitasi penempatan PMI dengan peningkatan Pemerintah Daerah.

Ada 8 titik kesepakatan kerja sama PKB Kemnaker dan Tahir Foundation, yaitu pembentukan anggaran nasional (SKKNI), pemetaan jabatan calon PMI, menyelesaikan analisis pelatihan kebutuhan (training need analysis), pelatihan pelatihan tenaga profesional, dan memfasilitasi penyelenggaraan sertifikasi kompetensi.

Selain itu, penyediaan bantuan, peralatan pelatihan, pengembangan sarana dan prasarana sesuai dengan kebutuhan pelatihan, sertifikasi calon PMI, memfasilitasi proses penempatan negara, dan pertukaran data dan informasi juga masuk dalam kesepakatan Kemnaker dan Tahir Foundation.

Dalam 5 tahun ke depan, Kemnaker menargetkan 5,000 PMI dapat mengikuti pelatihan pelatihan untuk pemerintah. Pelatihan Lapangan meliput, Balai Besar Pengembangan Kerja (BBPLK) Semarang, Balai Latihan Kerja Dalam dan Luar Negeri (BLKDLN) Provinsi Jawa Tengah, Balai Besar Pengembangan Pasar Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja (BBPPK dan PKK) Lembang, Jawa Barat, dan Unit Pelaksana Program Kerja, Penyuluhan dan Pengembangan Tenaga Kerja Luar Negeri (UPT PKPPPTKLN) Malang , Jawa Timur.

Proyek pelatihan melalui pilot project peningkatan kompetensi dan penempatan Calon PMI INI dibiarkan sepenuhnya oleh Tahir Foundation dan Calon PMI tidak dipungut biaya. Selanjutnya, alumni pelatihan akan ditempatkan di Taiwan dengan jabatan Pekerjaan Care diver kerja berbadan hukum (Yayasan / Panti Jompo).

Sementara itu, Datok Tahir menyambut positif untuk Kemenaker memberikan kesempatan Tahir Foundation untuk para pekerja migran.

Dengan memiliki kemampuan yang sesuai dengan kebutuhan, pekerja migran bekerja di luar negeri.

"Bekerja di luar negeri lebih leluasa, lebih mandiri, lebih banyak mendapat kehormatan dan mereka kembali juga bisa membantu keluarga yang ditinggal tahunan," kata Datok Tahir.

Selama pelatihan perdana, akan digelar di 2 tempat yaitu BLKDLN, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jawa Tengah, dan UPT PKPPPTKLN, Malang, Jawa Timur dengan jumlah total peserta sebanyak 80 orang.

Dalam kesempatan ini dilakukan juga penandatanganan PKS antara Kementerian Ketenagakerjaan yang diwakili oleh R. Soes Hindharno, SH, MH (Direktur PPTKLN) dengan Dra Wika Bintang (Kadisnakertrans Prov. Jateng) dan Dr. Ir. Heru Tjahjono (Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur).

TAGS : Info Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri Menaker Tahir Foundation




TERPOPULER :