Senin, 15/10/2018 20:22 WIB

Ojol FKDOI Kecam Tudingan Gratifikasi Praaksi 237

Semua faksi perjuangan ojol itu memiliki niat baik serta visi dan misi yang sama, khususnya dalam berjuang membela kepentingan rekan-rekan di lapangan.

Drivel Ojek Online bantah tuduhan gratifikasi terkait aksi unjuk rasa

Jakarta – Forum Komunikasi Driver Online Indonesia (FK-DOI) membantah adanya tudingan tak sedap oleh pihak tertentu dugaan adanya pengkondisian dan gratifikasi terkait batalnya rencaka aksi unjuk rasa pada 23 Juli 2018 lalu. Bagi mereka, tudingan itu dianggap sebagai upaya melemahkan semangat perjuan menyuarakan aspirasi drivel ojek online (ojol) Indonesia.

"Klarifikasi ini penting kami lakukan untuk menjaga citra dan nama baik dari FKDOI sebagai salah satu faksi perjuangan driver online yg tetap konsisten dalam menyuarakan aspirasi rekan-rekan di lapangan, khususnya tuntutan akan tarif dasar yg layak dan manusiawi untuk seluruh mitra driver ojek online Indonesia" ujar M. Rahman Tohir, Ketua Umum FKDOI.

Menurut Rahman, berbagai opini negatif terus menghinggapi kalangan ojol dan itu dianggap berbahaya. Karena, katanya lagi, dapat melemahkan semangat perjuangan dengan metode pecah belah antar faksi perjuangan demi kepentingan pihak-pihak yang berkepentingan.

“Dan ini perlu diluruskan bahwa FKDOI tidak pernah mencabut surat izin aksi serta kami tidak pernah menerima gratifikasi dalam bentuk apapun dari pihak manapun" sambung Atta Pontoh, selaku Pembina dari FKDOI menguraikan.

Seperti yang sudah diketahui bersama pada waktu belakangan ini semakin maraknya berbagai aksi unjuk rasa yg digelar oleh beberapa wadah dan forum perjuangan ojek online Indonesia di Jakarta, yang  hampir semuanya rata-rata menyuarakan perihal tuntutan kenaikan tarif dasar yg layak bagi para pegiat profesi online tersebut.

"Dinamika perjuangannya akan terus berkembang selama tuntutan para mitra belum di akomodir pihak aplikator. Perlawanan akan terus dilakukan oleh beberapa faksi perjuangan ojol Indonesia seperti Garda, Kavaleri, FKDOI, KATO dll" ujar Iskandar Maurya, pemerhati transportasi dari Sekolah Tinggi ilmu Transportasi Darat menambahkan.

Sedangkan Wisnu Broto dari  salah satu Presidium dari Kavaleri mengatakan, semua faksi perjuangan ojol itu memiliki niat baik serta visi dan misi yang sama, khususnya dalam berjuang membela kepentingan rekan-rekan di lapangan. “Namun yg patut di waspadai oleh semua faksi adalah adanya intervensi dari berbagai pihak lain diluar ojol yg memiliki orientasi lain,” ujarnya.

“Khususnya mendekati masa pesta demokrasi negeri ini yg sebentar lagi akan digelar. Jadi nilai-nilai murni perjuangan ojol Indonesia harus tetap ditegakkan tanpa embel-embel politisasi pihak-pihak tertentu,” ujar Wisnu. (TerePin)

TAGS : Ojek Online Aplikasi Kabar Ojol




TERPOPULER :