Senin, 15/10/2018 19:28 WIB

Kolaborasi Pelaku Ekosistem Fashion di Ciffest 2018

Mengusung tema “Bangga Menggunakan Karya Anak Negeri”, Ciffest 2018 mempersembahkan hasil kolaborasi dengan Animakini 2018.

Ciffest fokus pada penguatan pondasi dalam strategi pengembangan industri mode (Foto: Ciffest)

Jakarta - Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Creative Labs bekerjasama dengan Fakultas Seni Rupa Institut Kesenian Jakarta (IKJ) kembali menyelenggarakan Cikini Fashion Festival (CIFFEST) pada tanggal 21-22 September 2018 di Teater Jakarta, Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta.

Di tahun kedua penyelenggaraan CIFFEST ini diarahkan dapat memperkuat peran sebagai barometer perkembangan terkini subsektor ekonomi kreatif fashion di tanah air.

Ciffest ditujukan sebagai sebuah forum atau temu pelaku ekonomi kreatif fashion untuk mensinergikan kolaborasi dan komunikasi yang dapat meningkatkan jejaring kerjasama, produktivitas, dan kompetensi ekonomi kreatif fashion di Indonesia.

Direktur Riset dan Pengembangan Bekraf, Dr. Ir. Wawan Rusiawan, M.M.
merekomendasikan strategi, solusi, dan program pengembangan ekonomi kreatif fashion Indonesia.

"Kami berharap mengakselerasi pertumbuhan fashion di tanah air yang bermuara pada menjadikan fashion nasional sebagai acuan fashion global," ungkap Wawan.

Tujuan ini diharapkan dapat menjadi prakarsa strategis dalam membangun ekosistem ekonomi kreatif fashion di lini rantai nilai kreasi, produksi, dan konservasi. Aspek kekinian dan kreativitas akan lekat dan menjiwai dalam luaran Ciffest yang berupa data, karya, temuan riset dan kepakaran.

"Pentahelix fashion (pemerintah, akademisi, bisnis, komunitas, dan media) dapat memetik manfaat dari luaran CIFFEST sebagai sumber inspirasi dan pengetahuan bagi pengembangan fashion domestik dan global di masa depan,” ujar Wawan.

Ciffest fokus pada penguatan fondasi dalam strategi pengembangan industri mode yang mengacu pada kekayaan budaya lokal untuk mencapai cita-cita bersama, yaitu menjadikan Indonesia sebagai salah satu pusat mode dunia.

Konsep kekuatan lokal diperkuat dengan kepedulian sosial dan lingkungan serta dipresentasikan melalui ethical dan sustainable fashion. Penerapan juga ditampilkan melalui busana muslim dalam kaitan menjadikan Indonesia sebagai salah satu pusat fashion muslim dunia.
 
Dr. Indah Tjahjawulan, Dekan Fakultas Seni Rupa IKJ Dr Indah Tjahjawulan mengatakan Ciffest merupakan kegiatan lanjutan dalam rangka mensosialisasikan Grand Strategy dan Roadmap Pengembangan Ekonomi Kreatif Fashion Indonesia yang merupakan hasil pengembangan BEKRAF Creative Labs bekerjasama dengan IKJ, institusi pendidikan yang ditunjuk sebagai Pusat Unggulan ekonomi kreatif subsektor fashion.

"IKJ sebagai sebuah pendidikan tinggi, mengharapkan dengan adanya kegiatan ini, program studi Mode Fakultas Seni Rupa IKJ dapat berkembang pesat dari segi keilmuan, dan berperan aktif dalam industri fashion di Indonesia,” jelas Indah.

Acara kolaboratif ini digelar secara bersamaan dengan Animasi Cikini (ANIMAKINI) 2018 yang merupakan bagian dari program BEKRAF Creative Labs. 

TAGS : Ciffest 2018 Bekraf Animasi Fashion




TERPOPULER :