Rabu, 12/12/2018 09:57 WIB

Rupiah Melemah, Menteri Amran Dorong Ekspor dan Investasi

Untuk meningkatkan volume ekspor pangan, Amran pun meminta untuk memajukan sektor hilirisasi.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman menghadiri kegiatan Spekta Hortikultura, Agro Inovasi Fair (AIF) on the spot dan Florikultura Indonesia yang digelar di Balai Penelitian Sayuran, Lembang, Jawa Barat, Kamis (20/9).

Lembang - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman kembali melepas ekspor komoditas hortikultura berupa tanaman hias dracaena 306.000 set ke negara Asia  dan ekspor buncis dan tomat sebesar 600 ton ke Singapura.

"Pangan kita tidak bisa bersaing dengan negara lain tanpa teknologi. Hari ini kita buktikan, berkat kemajuan teknologi yang kita hasilkan sendiri, kita tingkatkan lagi ekspor,"  ujar Amran pada kegiatan Spekta Hortikultura, Agro Inovasi Fair (AIF) on the spot dan Florikultura Indonesia yang digelar di Balai Penelitian Sayuran, Lembang, Jawa Barat, Kamis (20/9).

Amran mengatakan potensi pertanian Indonesia sangat besar untuk menyediakan pangan secara berdaulat yakni tanpa impor. Faktanya, dulu Indonesia impor bawang merah, tapi sejak 2017 berhasil membalik keadaan yakni ekspor ke berbagai negara.

Kemudian, baru-baru ini pun Kementan telah menandatangani nota kesepahaman dengan Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) terkait Stabilisasi Ketersediaan Pasokan Pangan dan Percepatan Ekspor Komoditas Pertanian. Bersama KADIN langsung ekspor manggis ke Tiongkok dan bibit ayam petelur ke Timor Leste.

"Negara tujuan ekspor ke depan akan terus ditambah," kata Amran.

"Kami imbau lakukan gerakan masif ekspor dan investasi agar pertumbuhan ekonomi nasional semakin membaik. Sektor pertanian salah satu penyumbang terbesar pertumbuhan ekonomi. Sekarang pun harga cabai dan bawang merah stabil. Ekspor pangan 2017 kita naik 24 persen," ujarnya.

Data BPS yang dirilis 6 Agustus 2018 menunjukkan kontribusi sektor pertanian dalam menyumbang pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) pada Triwulan II 2018 dibandingkan Triwulan I 2018 sebesar 9,93 persen (q to q).

Kontribusi sektor pertanian ini merupakan yang tertinggi dibanding sektor lainnya seperti jasa perusahaan yang hanya 3,37 persen dan jasa lainya hanya 3,30 persen.

"Kami minta tahun depan, naikkan anggaran penelitian, pendampingan dan pelatihan agar semakin banyak dan berkualitas inovasi teknologi yang dihasilkan dan petani semakin maju. Mungkin tidak semuanya tahu, banyak biaya kita pangkas. Biaya perjalanan dinas, seminar dan lainya untuk biaya sarana produksi petani," pintah Amran.

Untuk meningkatkan volume ekspor pangan, Amran pun meminta untuk memajukan sektor hilirisasi. Pasalnya, jika industri pangan berkembang pesat dan rantai pasok dipangkas, maka penghasilan masyarakat akan bertambah sehingga sejahtera.

"Salah satu contoh kecil coklat. Kalo kita ke Singapur sedih. Harga coklat Rp19 ribu per biji padahal bahan bakunya dari Indonesia. Inilah pentingnya memajukan hilirisasi. Saya yakin petani pasti sejahtera," terang Amran.

Namun demikian, Amran menekankan dalam memajukan pembangunan pertanian, memerlukan kerja keras dalam menghadapi tantangan. Sebab, tidak hanya meningkatkan produksi, tapi juga harus bisa menciptakan stabilisasi harga pangan.

"Memang berat, harga naik menteri pertanian disalahkan. Begitupun harga turun menteri pertanian dibully. Kita harus sabar," ujarnya.

Sekedar diketahui pada acara Spekta Hortikultura ini, Kementan tidak hanya meleas ekspor, tapi juga mendistribusikan 24 ton benih bawang merah, 26 ton benih kentang, 20 ton benih bawang putih, 16.700 polybag benih buah-buahan (mangga, manggis, durian, jengkol, dan pete) dan 8.000 polybag benih jeruk kepada petani secara gratis.

Berbagai benih tersebut merupakan benih unggul hasil inovasi teknologi Badan Litbang Pertanian yang diproduksi pada Tahun Anggaran 2017.

TAGS : Kementan ekspor Lembang hortikultura




TERPOPULER :