Selasa, 20/11/2018 22:18 WIB

Serapan Gabah Maksimal, Harga Beras Agustus Turun

Agustus tahun ini harga beras kualitas premium di penggilingan turun tipis 0,65 persen dari Juli menjadi Rp9.458 per kilogram.

Stok beras di Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC) menjelang puasa dan lebaran 2018 di DKI Jakarta aman (Foto: Humastani)

Jakarta - Anggota Komisi IV DPR RI, Andi Akmal Pasluddin menilai penurunan harga beras wajar karena serap gabah yang dilakukan pemerintah berjalan optimal. Sehingga stok beras sebagai cadangan beras nasional aman.

"Produksi padi tahun ini diprediksi 45 juta ton beras, sedangkan konsumsi masyarakat mencapai 33 juta ton. Berarti ada surplus atau kelebihan 12 juta ton," ujar Akmal di Jakarta, Rabu (5/9).

"Tercukupinya ketersediaan beras nasional yang disebabkan melimpahnya produksi gabah untuk komoditas beras dari Kementan, menuai pujian dari Akmal,"tambahnya.

Karena itu, untuk menjaga stabilitas harga beras, Akmal meminta pemerintah agar distribusi beras ke pasaran dan penyerapan produksi gabah dari petani semakin terus ditingkatkan.

"Kalau distribusi beras ke pasar lancar, tidak akan ada gejolak harga. Petani dan konsumen sama-sama untung," ujarnya.

Sekedar diketahui, Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan Harga beras di penggilingan per Agustus 2018 mengalami penurunan dari bulan sebelumnya.

Kepala BPS, Suhariyanto mengatakan, Agustus tahun ini harga beras kualitas premium di penggilingan turun tipis 0,65 persen dari Juli menjadi Rp9.458 per kilogram.

Namun, bila dibanding Agustus tahun lalu, harga beras kualitas premium pada tahun ini sedikit lebih mahal 0,22 persen. Saat itu, beras kualitas premium seharga Rp9.438 per kilogram.

Harga beras premium pada tahun ini sempat mencapai titik tertinggi pada Januari seharga Rp10.350 per kilogram dan Februari dengan harga Rp10.382 per kilogram.

"Pada Agustus ini harga beras kualitas medium juga mengalami penurunan tipis," jelas Suhariyanto dalam konferenis pers pada Senin (3/9).

Harga beras kualitas medium turun 0,28 persen dari bulan Juli menjadi Rp9.172 per kilogram. Sementara itu, bila dibandingkan pada Agustus tahun lalu harga beras kualitas medium naik 3,96 persen. Pada Agustus tahun lalu harga beras kualitas medium sebesar Rp8.823.

Sama seperti beras kualitas premium, beras kualitas medium pada awal tahun ini juga berada pada posisi tertinggi dengan harga Rp10.177 per kilogram pada Januari dan Rp10.215 per kilogram pada Februari.

Sementara itu, harga beras kualitas rendah di penggilingan menurut Suhariyanto, juga mengalami penurunan 0,42 persen dari bulan lalu menjadi Rp8.977.

Akan tetapi, bila dibandingkan periode yang sama tahun lalu, harga beras kualitas rendah naik 6,4 persen. "Pada Agustus tahun lalu, harga beras kualitas rendah sebesar Rp8.436 per kilogram," ujar Suhariyanto.

TAGS : BPS beras Andi Akmal Pasluddin Suhariyanto




TERPOPULER :