Rabu, 21/11/2018 12:43 WIB

Ternyata Melewatkan Sarapan Bisa Bikin Gemuk

Terdapat fakta mengejutkan akibat tidak membiasakan sarapan,

Menu sarapan (oto: Ny.eater)

Jakarta - Tentunya mitos jika sarapan bikin lemas dan ngantuk cukup familiar bagi Anda. Padahal sebaliknya sarapan sangat penting untuk memberikan energi selama stu hari penuh.

Seperti yang dikatakan dr Ulul Albab, SpOG sebenarnya anggapan itu terjadi karena tidak terbiasa dan menganggap sarapan tidak enak.

"Padahal kita perlu energi saat mulai beraktivitas, tidur membuang energi sehingga perlu replacement jadi kita perlu sarapan untuk aktivitas," tambahnya.

Nah penting dilihat seperti apa sarapannya, yang paling utama itu banyakin sarapan, berasal dari mana saja bisa nasi merah bisa, kentang, roti dan karbohidrat sederhana lainnya, susu low fat juga bisa.

"Pastikan komposisi karbohirat tinggi dibanding yang lain dan upayakan menghindari makanan mengandung asam yang membuat naik asam lambung," ucapnya.

Ada fakta mengejutkan akibat tidak membiasakan sarapan, menurut dr Ulul efek angka panjang tidak sarapan bisa mengakibatkan obesitas atau kegemukan. Bagaimana bisa?

"Karena ketika tidak sarapan laparnya mundur misal jam 10 sudah makan, makan siang mundur, makan malam juga mundur. jadi tidak sesuai dengan jam lapar," jelasnya.

Menurut dr Ulul meskipun saat tidur, faktanya organ-organ tubuh seperti jantung, otak, pankreas dan sistem pencernaan tetap bekerja menjalankan fungsi-fungsinya sehingga tetap membutuhkan asupan energi rata-rata 30 – 35 kkall / kgbb sehingga butuh asupan gizi saat bangun.

"Itulah yang menyebabkan mengapa saat di pagi hari kita kerap merasa lemas dan tidak berenergi," ucap Perwakilan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) ini.

Dijelaskan dr ulul, pada saat istirahat tidur malam, terjadi metabolisme basal dimana organ tubuh tetap bekerja dan membutuhkan energi sehingga perlu asupan gizi saat bangun. Sehingga butuh sarapan bergizi agar tetap sehat dan siap konsentrasi.

TAGS : Sarapan Gemuk Nutrisi Obesitas




TERPOPULER :