Kamis, 22/11/2018 03:34 WIB

Final Lomba Debat Konstitusi MPR 2018 Berlangsung Seru dan Meriah

Beberapa kali para juri dan penonton bertepuk tangan dan berdecak kagum dengan gaya berdebat dan melakukam interupsi dibarengi dengan kepiawaian berbicara saling menangkis serta menjelaskan tema yang diperdebatkan

Peserta Cerdas cermat MPR

Jakarta – Gedung Nusantara IV, Kompleks Gedung MPR/DPR/DPD, Senayan, Jakarta, Rabu (29/8/2018) penuh hingar bingar saat berlangsungnya babak Final Lomba Debat Konstitusi MPR 2018. Acara yang dipandu presenter cantik Anya Dwinov menampilkan empat orang juri yakni Ketua Badan Pengkajian MPR Bambang Sadono serta para Wakil Ketua Badan Pengkajian MPR Tifatul Sembiring, Rambe Kamarul Zaman, Martin Hutabarat dan Prof. Hendrawan Supratikno.

Empat tim perwakilan Universitas Riau, Universitas Jambi, Universitas Syiah Kuala dan Universitas Andalas berlaga memperebutkan posisi Juara Nasional Lomba Debat Konstitusi MPR 2018. Jalannya kompetisi sangat seru, bahkan ratusan pelajar SMA peserta Final Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI berbondong-bondong menonton jalannya kompetisi dan berteriak-teriak menyemangati para finalis.

Final Lomba Debat Konstitisi MPR 2018 berakhir dengan melihat dari hasil dan ditetapkan para juri, keluar sebagai pemenang meraih Juara Nasional adalah Universitas Syiah Kuala Provinsi Aceh, posisi kedua di raih Universitas Andalas Provinsi Sumatera Barat, posisi ketiga ditempati Universitas Riau dan posisi keempat diterima Universitas Jambi. Seluruh pemenang sama-sama mendapatkan sertifikat, trophy dan uang pembinaan untuk juara pertama 50 juta Rupiah, juara kedua 40 juta Rupiah, juara ketiga 30 juta Rupiah dan juara keempat 20 juta Rupiah.

Yang menarik dan luar biasa dari lomba debat ini adalah tema debat atau disebut mosi yang dibawakan oleh para peserta sangat update dan memang sangat menyita perhatian bangsa ini antara lain, soal penambahan hukuman terpidana kasus korupsi dan soal syarat Presidential Threshold (PT) dalam pemilihan umum Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden.

Beberapa kali para juri dan penonton bertepuk tangan dan berdecak kagum dengan gaya berdebat dan melakukam interupsi dibarengi dengan kepiawaian berbicara saling menangkis serta menjelaskan tema yang diperdebatkan. “Luar biasa, saya rasa generasi muda kita saat ini memiliki kualitas yang sangat baik ini terbukti dari penguasaan materi mereka yang tidak asal-asalan. Mereka betul-betul menguasai. Melihat ini kita bisa berharap banyaklah untuk masa depan Indonesia,” ujar salah satu juri Rambe Kamarul Zaman.

Dalam kesempatan tersebut di sesi akhir, MC Anya Dwinov mengumumkan selain menyelenggarakan lomba Debat Konstitusi MPR tahun 2018, melalui Badan Pengkajiannya, MPR juga menggelar lomba lain dengan peserta dari kalangan perguruan tinggi secara nasional yakni lomba Academic Constitutional Drafting, yang dilakukan dalam dua tahap yakni tahap seleksi naskah, lalu tahap presentasi. Seluruhnya dimulai sejak bulan Februari 2018 sampai 29 Agustus 2018.

Dan, hasilnya adalah Universitas Pelita Harapan meraih dua kategori juara sekaligus yakni Juara Nasional Lomba Academic Constitutional Drafting tingkat perguruan tinggi tahun 2018 dan meraih penghargaan naskah terbaik tingkat nasional. Sedangkan peringkat kedua dan ketiga Academic Constitutional Drafting 2018 nasional adalah Universitas Padjajaran dan Universitas Indonesia.

TAGS : Warta MPR Cerdas Cermat




TERPOPULER :